Isu Damai Iran Dorong Pelemahan Dolar AS

Ilustrasi - Pergerakan dolar AS melemah di pasar global akibat sentimen damai Iran.

BERIKABARNEWS l – Isu damai antara Amerika Serikat dan Iran mendorong pelemahan dolar AS yang kini bertahan di dekat level terendah sejak awal Maret pada perdagangan Kamis (16/4/2026).

Optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan diplomatik membuat investor mulai melepas aset safe-haven seperti dolar AS dan beralih ke instrumen berisiko.

Sentimen pasar menguat setelah Gedung Putih memberikan sinyal positif terkait perkembangan dialog dengan Iran. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyebut konflik yang melibatkan negaranya dan sekutu dengan Iran “hampir berakhir”.

Pembicaraan lanjutan disebut berpotensi kembali digelar secara langsung, dengan Pakistan menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan.

Jika kesepakatan tercapai, dampaknya diperkirakan signifikan terhadap stabilitas global, termasuk kelancaran jalur distribusi energi di Selat Hormuz.

Seiring meredanya ketegangan geopolitik, mata uang utama mulai menguat terhadap dolar AS.

Euro naik ke level 1,1808 dolar AS, mendekati posisi tertinggi sejak Februari. Sementara pound sterling juga menguat ke level 1,3569 dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) berada di level 98,027 setelah mencatat penurunan selama delapan sesi berturut-turut.

Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh, menilai pasar mulai mengabaikan risiko konflik dan fokus pada peluang penyelesaian diplomatik.

“Jika tren ini berlanjut, dolar AS berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga : Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Ancam Rencana Damai AS

Di kawasan Asia, yen Jepang sedikit menguat ke posisi 158,78 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah adanya kesepakatan komunikasi antara otoritas keuangan Jepang dan AS terkait stabilitas nilai tukar.

Sementara itu, yuan offshore berada di kisaran 6,8146 per dolar AS. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi dari China.

Secara teknis, indeks dolar AS kini berada di sekitar level 98 yang menjadi batas psikologis penting dalam jangka pendek. Jika menembus level tersebut, potensi pelemahan lanjutan semakin terbuka.

Sepanjang pekan ini, indeks dolar telah turun sekitar 0,7 persen dan berpeluang mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Pelemahan dolar ini juga mendorong penguatan mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru yang kini mendekati level tertinggi dalam satu bulan terakhir.*

 

Sumber :

Reuters

Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal dan Drone, 10 Orang Tewas

BERIKABARNEWS l KYIV – Rusia kembali menghujani ibu...

Serangan rudal dan drone Rusia menghantam Kyiv, Ukraina.

Zelensky Sebut Rusia Siapkan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Ukraina

BERIKABARNEWS l KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pernyataan terkait dugaan pengerahan tentara Korea Utara ke Rusia.

Thailand Kutuk Serangan di Narathiwat yang Tewaskan Lima Prajurit

BERIKABARNEWS l NARATHIWAT – Pemerintah Thailand mengutuk keras...

Serangan bersenjata yang menewaskan lima prajurit di Narathiwat, Thailand Selatan.

Iran Serang Titik Strategis, Trump Beri Peringatan Keras di Tengah Memanasnya Konflik

BERIKABARNEWS l – Konflik antara Amerika Serikat (AS)...

Asap membumbung usai serangan Iran di kawasan Timur Tengah saat konflik dengan Amerika Serikat kembali memanas.

Mengenal Khalil Al-Hayya, Pemimpin Baru Hamas Pengganti Yahya Sinwar

BERIKABARNEWS l – Khalil Al-Hayya resmi ditunjuk sebagai...

Khalil Al-Hayya, pemimpin baru Hamas yang ditunjuk menggantikan Yahya Sinwar sebagai pemimpin tertinggi organisasi.

Serangan AS ke Iran Picu Eskalasi Baru

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Asap membumbung setelah serangan udara dalam eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

berita terkini