BERIKABARNEWS l KETAPANG – Ria Norsan melakukan peninjauan langsung ke SMAN 1 Ketapang pada Rabu (9/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kelayakan infrastruktur sekolah sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program gizi siswa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat.
Dalam tinjauan tersebut, Gubernur menemukan kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai sudah memerlukan penanganan serius. Sejumlah bagian terlihat kurang layak sehingga membutuhkan renovasi menyeluruh.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menyiapkan rencana renovasi besar untuk SMAN 1 Ketapang yang akan dianggarkan pada 2027. Penataan ulang bangunan akan dilakukan agar lebih fungsional sekaligus memiliki nilai estetika.
“Kondisi fisik sekolah ini perlu segera direnovasi. Bangunan lama yang berada di tengah rencananya akan dirobohkan untuk dijadikan halaman luas, sehingga sisa bangunan membentuk pola ‘letter O’ yang lebih rapi,” ujar Ria Norsan.
Selain infrastruktur, Gubernur juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Ia mengapresiasi kualitas menu yang dinilai sudah memenuhi standar gizi untuk menunjang konsentrasi belajar.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga standar keamanan pangan. Hingga saat ini, tercatat 152 titik pelayanan MBG di Kalimantan Barat telah ditutup karena tidak memenuhi standar kesehatan.
“Jika dapur tidak memenuhi standar, seperti tidak memiliki IPAL dan akses air bersih, maka harus ditutup. Kita tidak ingin ada kasus keracunan makanan pada siswa,” tegasnya.
Baca Juga : Dana Transfer Turun, Ria Norsan Minta RKPD Ketapang 2027 Lebih Adaptif
Ria Norsan menekankan bahwa keberadaan tenaga ahli gizi, ketersediaan air bersih, serta sistem pengelolaan limbah yang baik merupakan syarat utama dalam operasional dapur sekolah. Standarisasi ini dinilai penting untuk menjamin kesehatan dan keselamatan siswa.
Perhatian terhadap sektor pendidikan tidak hanya dilakukan di Ketapang. Pemprov Kalbar juga terus melakukan pembenahan di berbagai daerah, termasuk penanganan sekolah terdampak banjir di Kabupaten Melawi.
Melalui integrasi antara perbaikan infrastruktur pendidikan dan penguatan program kesehatan siswa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis mampu mendorong peningkatan IPM secara signifikan.
Langkah ini juga diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Kalimantan Barat yang lebih maju dan sejahtera.*
