BERIKABARNEWS l JAKARTA – Ketegangan bersenjata antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel dilaporkan memasuki fase baru setelah berlangsung lebih dari 40 hari. Iran mengklaim meraih kemenangan usai sejumlah tuntutan gencatan senjata disebut telah diterima pihak Amerika Serikat sebagai dasar negosiasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam agenda peluncuran buku peringatan mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Boroujerdi, posisi Amerika Serikat saat ini berada dalam tekanan untuk mengakhiri eskalasi konflik. Ia menyebut penerimaan sejumlah syarat dari Iran menjadi bukti kuatnya posisi tawar Teheran di tengah dinamika geopolitik global.
“Iran berhasil memaksakan supaya Amerika menerima 10 persyaratan yang diminta. Ini menunjukkan bahwa AS, dengan terpaksa, harus menerima syarat-syarat tersebut guna mengakhiri ketegangan,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Boroujerdi juga mengklaim bahwa strategi “perang kilat” yang dijalankan pihak lawan tidak berjalan sesuai rencana. Ia menyebut sejumlah target strategis, termasuk upaya terhadap pemimpin tertinggi Iran, gagal tercapai.
Hingga hari ke-40 konflik, Iran mengklaim mampu memberikan serangan balasan signifikan terhadap kekuatan militer lawan. Disebutkan, sejumlah fasilitas militer berhasil dihancurkan dan sistem pertahanan udara pihak lawan mengalami gangguan.
Meski demikian, Iran tetap membuka jalur diplomasi. Negosiasi disebut berlangsung di Islamabad, Pakistan, dengan melibatkan perwakilan kedua pihak.
Baca Juga : Kejagung Setor Rp11,4 Triliun, Prabowo: Bisa Bangun Sekolah dan Rumah Rakyat
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi mengonfirmasi adanya kerangka kerja yang menjadi dasar pembahasan menuju gencatan senjata. Beberapa poin penting yang disebut mencakup pengakuan hak Iran dalam pengayaan uranium, pencabutan sanksi ekonomi, hingga penarikan pasukan militer Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah.
Selain itu, kesepakatan juga menyinggung penghentian permusuhan di berbagai wilayah serta komitmen agar gencatan senjata tidak dimanfaatkan untuk memperkuat kembali kekuatan militer masing-masing pihak.
Iran menegaskan tetap membuka pintu dialog, namun mengingatkan agar proses negosiasi tidak dijadikan celah untuk memicu konflik baru.
“Syukur kepada Allah Swt, hari ini Islam memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya,” tutup Boroujerdi.
Pertemuan di Islamabad yang dimediasi oleh Pakistan kini menjadi perhatian dunia sebagai peluang penting untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.*
Sumber :
InfoPublik.id
