BERIKABARNEWS l JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam reshuffle terbaru, enam pejabat baru resmi dilantik di Istana Negara, Senin (27/4/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas pemerintahan di tengah tantangan global.
Pelantikan ini mencakup rotasi menteri, penunjukan wakil menteri koordinator, hingga pengisian posisi strategis di lingkaran kepresidenan. Keenam pejabat tersebut mengucapkan sumpah jabatan dengan komitmen mempercepat capaian program nasional.
Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Meski demikian, Hanif Faisol tetap mendapat peran penting. Ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, posisi baru yang dibentuk untuk memperkuat koordinasi di bawah Menko Pangan Zulkifli Hasan. Fokus utama jabatan ini adalah percepatan swasembada pangan serta pengawalan program pengolahan sampah menjadi energi.
Perombakan juga terjadi di lingkaran Istana. Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Muhammad Qodari. Sebelumnya, Dudung menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang pertahanan.
Baca Juga : Pemerintah Rem Harga Tiket Pesawat di Tengah Lonjakan Avtur
Sementara itu, Muhammad Qodari kini dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), menggantikan Angga Raka Prabowo. Untuk memperkuat komunikasi publik, Presiden juga menunjuk Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang komunikasi.
Di sektor perlindungan hayati, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin), menggantikan Sahat Manaor Panggabean. Posisi ini dinilai strategis dalam menjaga keamanan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.
Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran menteri kabinet. Sejumlah tokoh nasional juga tampak hadir, menandai pentingnya momentum reshuffle ini bagi arah pemerintahan ke depan.
Dengan komposisi baru, Kabinet Merah Putih diharapkan semakin solid, adaptif, dan responsif dalam menjawab tantangan nasional, khususnya di sektor pangan, lingkungan hidup, dan komunikasi publik.*
