BERIKABARNEWS l KETAPANG – Upaya penyelundupan narkotika dengan modus tak biasa berhasil digagalkan aparat kepolisian. Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang mengungkap kasus peredaran sabu yang disembunyikan di dalam alat elektronik berupa rice cooker, Jumat (24/4/2026).
Dalam operasi tersebut, dua pelaku berinisial I (46) dan R (42), warga Kecamatan Tumbang Titi, berhasil diamankan. Keduanya diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba di wilayah Ketapang.
Penangkapan berlangsung di Jalan Poros Pelang–Tumbang Titi, Desa Sungai Melayu, sekitar pukul 04.00 WIB. Petugas telah lebih dulu melakukan pengintaian setelah menerima informasi dari masyarakat terkait pengiriman paket mencurigakan dari Pontianak.
Kasat Resnarkoba Polres Ketapang, I Dewa Made Sukerta, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan jasa mobil travel untuk mengirimkan barang haram tersebut. Paket dikemas dalam kotak rice cooker guna mengelabui petugas.
“Petugas melihat kedua pelaku mengambil paket tersebut. Saat itu juga langsung diamankan di lokasi,” ujarnya mewakili Kapolres Ketapang Muhammad Harris, Senin (27/4/2026).
Dari hasil penggeledahan yang disaksikan warga, polisi menemukan kantong plastik berisi kristal diduga sabu yang disembunyikan rapi di bagian bawah perangkat rice cooker. Total barang bukti yang diamankan mencapai 20,20 gram.
Baca Juga : Penangkapan Sabu di Tumbang Titi, Polisi Amankan Wanita Paruh Baya
Dalam pemeriksaan awal, tersangka I mengakui kepemilikan sabu tersebut, sementara tersangka R diduga berperan membantu distribusi di wilayah Ketapang.
Keberhasilan pengungkapan ini mendapat apresiasi dari Polda Kalimantan Barat. Kabid Humas, Bambang Suharyono, menilai modus penyamaran menggunakan barang rumah tangga menunjukkan upaya pelaku yang semakin beragam.
“Modus ini membuktikan pelaku terus mencari cara untuk mengelabui petugas. Namun, ketelitian anggota di lapangan mampu menggagalkannya,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan penyedia jasa transportasi agar lebih waspada terhadap barang titipan dari pihak yang tidak dikenal. Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Kalimantan Barat.*
