Gubernur Ria Norsan Dorong Reforma Agraria Jadi Mesin Ekonomi Rakyat Kalbar

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dorong reforma agraria jadi ekonomi rakyat.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Reforma agraria di Kalimantan Barat memasuki fase baru yang lebih progresif. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa program ini tidak lagi berfokus pada pembagian sertifikat semata, tetapi diarahkan untuk menjadikan tanah sebagai sumber penggerak ekonomi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) 2026 di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Barat, Selasa (28/4/2026). Tahun ini, pemerintah menitikberatkan pada penguatan penataan aset melalui redistribusi lahan yang disertai kemudahan akses permodalan.

Menurut Ria Norsan, legalitas kepemilikan tanah hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana tanah tersebut mampu dikelola secara produktif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Artinya, masyarakat tidak hanya memperoleh legalitas tanah, tetapi juga mendapatkan dukungan berupa akses permodalan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, serta dukungan infrastruktur dan akses pasar,” ujarnya.

Dengan pendekatan ini, lahan hasil redistribusi diharapkan tidak dibiarkan terbengkalai, melainkan dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan reforma agraria. Ia menyebut peran pemerintah daerah, BPN, sektor perbankan, hingga pemanfaatan Bank Tanah harus berjalan selaras agar program ini berdampak nyata.

Reforma agraria yang terintegrasi mencakup penataan aset melalui redistribusi lahan yang tepat sasaran, serta penataan akses berupa dukungan pembiayaan, pelatihan, hingga pembukaan akses pasar bagi masyarakat penerima manfaat.

Baca Juga : Dongkrak IPM, Ria Norsan Jajaki Kerja Sama Pendidikan Kalbar–Malaysia

Dorong Kedaulatan Agraria dan Kurangi Ketimpangan

Lebih jauh, Ria Norsan menilai reforma agraria dapat menjadi fondasi penting dalam mengurangi ketimpangan penguasaan lahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat bawah.

“Kita ingin menciptakan kedaulatan agraria di mana rakyat benar-benar berdaulat atas tanahnya sendiri. Ini langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan dan memacu pertumbuhan ekonomi dari akar rumput,” tegasnya.

Melalui Rakor GTRA 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk mengawal reforma agraria agar tidak berhenti pada pembagian lahan, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.*

Pemprov Kalbar Siagakan Dua Rumah Oksigen Gratis di Tengah Kabut Asap

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Pemprov Kalbar menyiagakan dua Rumah Oksigen gratis untuk warga terdampak kabut asap di Pontianak.

Ketapang dan Kubu Raya Dominasi Titik Api, Karhutla Kalbar Terus Ditangani

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan...

Penanganan karhutla di Kalimantan Barat dengan titik api dominan di kawasan gambut Ketapang dan Kubu Raya.

Cegah Korupsi, Gubernur Ria Norsan Minta ASN Kalbar Perkuat Integritas

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat membuka Rakor Sosialisasi Antikorupsi Terintegrasi 2026 di Balai Petitih, Selasa (15/9/2026).

Intrusi Air Laut Bikin PDAM Asin, Pemprov Kalbar Salurkan Air Bersih

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Intrusi air laut membuat...

Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau penyaluran air bersih untuk warga Pontianak.

Erlina Ria Norsan Tekankan Ketahanan Keluarga di Safari Dakwah Maulid Nabi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ketua TP PKK Provinsi...

Erlina Ria Norsan menghadiri Safari Dakwah Maulid Nabi di Pendopo Gubernur Kalbar.

Ria Norsan Terima 12 Peserta Sespimti Polri untuk Cegah Karhutla

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Ria Norsan menerima 12 peserta Sespimti Polri untuk memperkuat pencegahan karhutla di Kalbar

berita terkini