BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Rabu (20/5/2026). Aksi ini sekaligus menjadi cara berbeda dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan turun langsung ke lapangan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut dipusatkan di kawasan pengelolaan hutan mangrove lestari milik PT Kandelia Alam Mangrove, yang dikenal aktif dalam program konservasi lingkungan, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap momentum Kebangkitan Nasional dapat menjadi pengingat pentingnya aksi nyata dalam pelestarian alam.
“Hari ini kita melakukan penanaman pohon. Mari kita jadikan momentum Kebangkitan Nasional ini untuk menanamkan dalam hati kita bersama bahwa kita harus sama-sama melestarikan alam dan menjaga lingkungan,” ujar Sujiwo.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan hutan mangrove sebagai pelindung alami pesisir dari ancaman abrasi, sekaligus habitat berbagai biota laut.
Selain itu, mangrove memiliki peran besar dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen bagi lingkungan.
Baca Juga : Sujiwo Siapkan Transisi Ekonomi untuk Warga Batu Ampar
Dalam kegiatan tersebut, Sujiwo bersama rombongan menanam jenis mangrove Bruguiera hainesii atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai berus mata buaya.
“Yang saya tanam ini jenis Bruguiera hainesii atau berus mata buaya. Semoga tumbuh subur dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Aksi ini turut melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah hingga legislatif sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Kubu Raya.
Baca Juga : Harga Kelapa Terus Anjlok, Petani Sungai Kupah Desak Solusi Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada perlindungan kawasan pesisir, penguatan ekonomi hijau, serta edukasi lingkungan bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Melalui kegiatan ini, semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga sebagai momentum untuk membangkitkan kesadaran menjaga alam demi masa depan Kalimantan Barat yang lebih lestari.*
