BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ketua Kelompok Tani Flora Sumber Lestari, Abdul Hamid (61), tetap menunjukkan semangat tinggi dalam bertani meski menghadapi keterbatasan lahan di kawasan perkotaan. Dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dinilai menjadi dorongan penting bagi para petani untuk tetap produktif di tengah alih fungsi lahan yang terus terjadi.
Hal itu disampaikan Abdul Hamid usai mengikuti kegiatan Panen Jagung Bersama di Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Jalan Flora, Kecamatan Pontianak Utara, Senin (25/5/2026).
Ia mengaku bantuan pemerintah seperti bibit dan pupuk sangat membantu keberlangsungan aktivitas pertanian kelompoknya.
“Kalau untuk bantuan, pemerintah selalu siap membantu bibit, pupuk, dan segala macamnya. Tadi kami juga dapat bantuan lagi,” ujarnya.
Abdul Hamid telah menekuni dunia pertanian sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak era Wali Kota Pontianak Buchary Abdurrachman. Ia menjadikan bertani sebagai bagian dari perjalanan hidup yang telah menghidupi keluarganya.
“Dari hasil bertani, alhamdulillah saya sudah bisa punya rumah dan mencukupi kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Namun, ia tidak menampik bahwa tantangan terbesar saat ini adalah semakin sempitnya lahan pertanian akibat pembangunan perumahan di kawasan perkotaan. Saat ini, sebagian kelompok tani di kawasan Jalan Flora hanya memanfaatkan lahan milik pemerintah untuk tetap bercocok tanam.
Meski demikian, Abdul Hamid tetap memilih bertahan sebagai petani di usianya yang tidak lagi muda.
Ia juga berpesan kepada para petani agar tidak menyerah menghadapi keterbatasan lahan.
“Tolonglah kita tetap semangat. Jangan sampai putus asa hanya karena lahan tidak ada lalu kelompok bubar. Kalau begitu, pertanian di sini bisa hilang,” katanya.
Baca Juga : Wako Edi Imbau Warga Waspada Modus Penipuan Donor Darah
Semangat para petani tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak melalui kegiatan Panen Jagung Bersama di Balai Benih Induk Hortikultura Jalan Flora. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.
Ia menyebut beberapa komoditas seperti cabai, bawang, dan sayuran mengalami fluktuasi harga yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Ini menjadi fokus kita bagaimana inflasi tetap terkendali,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pontianak juga menyerahkan bantuan lima unit alat perontok padi atau power thresher kepada kelompok tani.

Edi menjelaskan bahwa Pemkot Pontianak terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan produktif untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.
Gerakan pekarangan pangan produktif juga terus digalakkan agar masyarakat dapat memproduksi sebagian kebutuhan pangan dari lingkungan rumah masing-masing.
Selain itu, Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Kota Pontianak terus diperkuat sebagai pusat pembibitan tanaman unggulan daerah yang mendukung pengembangan pertanian perkotaan.
Baca Juga : Bahasan: Juara Sejati Bukan Hanya Tercepat di Lintasan
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, menjelaskan panen jagung kali ini dilakukan di lahan seluas sekitar setengah hektare dengan hasil mencapai sekitar 1,5 ton.
Sebagian hasil panen akan digunakan kembali sebagai benih, sebagian didistribusikan ke wilayah lain yang masih memiliki lahan, sementara sisanya diserap pasar.
Menurutnya, Pemkot Pontianak juga terus menjaga lahan baku sawah yang tersisa sekitar 183 hektare agar tetap produktif bersama kelompok tani.
Selain jagung dan padi, Pemkot Pontianak juga mulai mengembangkan tanaman kedelai dengan metode tanam langsung dan sistem polybag agar bisa diterapkan masyarakat di lahan terbatas.
Jika metode ini berhasil, masyarakat diharapkan tetap bisa bercocok tanam meski hanya memanfaatkan pekarangan rumah.

BBI Hortikultura juga mengembangkan berbagai bibit unggulan seperti durian montong, cempedak king, dan alpukat Singkawang yang telah dipersiapkan agar memiliki kualitas dan sertifikasi sebelum dipasarkan ke masyarakat.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Pontianak berharap sektor pertanian tetap tumbuh di tengah keterbatasan lahan perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.*
