BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Cuaca di sejumlah wilayah Kalimantan Barat diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan pada Senin (8/6/2026). Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap membawa payung atau jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan prakiraan cuaca Kalbar, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mulai turun pada siang hari dan berlanjut hingga sore maupun malam hari di beberapa daerah.
Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa kilat atau petir yang disertai angin kencang berdurasi singkat.
Kondisi tersebut umumnya terjadi saat cuaca berubah secara tiba-tiba dari panas menjadi hujan. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati, terutama saat berada di luar ruangan atau sedang berkendara.
Pengendara roda dua disarankan untuk tidak berteduh di bawah pohon besar maupun baliho karena berisiko terjadi pohon tumbang atau benda roboh akibat terpaan angin kencang.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Ajak Generasi Muda Peduli Pertanian dan Kelestarian Lingkungan
Di sisi lain, meski hujan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah, masyarakat juga diminta mewaspadai tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Peringatan dini potensi karhutla diperkirakan berlangsung mulai 8 hingga 14 Juni 2026 dan mencakup sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di Kalbar.
Kondisi ini dipicu oleh cuaca panas dan jeda hujan di beberapa daerah yang menyebabkan lahan gambut serta semak belukar menjadi kering dan mudah terbakar.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan demi mencegah terjadinya kebakaran lahan.
Warga juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi perubahan kondisi alam yang dapat terjadi secara dinamis.**
