BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyerahkan 17 unit kendaraan roda tiga kepada kelompok masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengurangan sampah dari sumber sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (10/7/2026).
Salah satu penerima bantuan, Suryanto (34), pengurus Organisasi Masyarakat Pencinta Lingkungan di Jalan Karet, Gang Angin Timur, mengaku kendaraan roda tiga tersebut akan sangat membantu aktivitas pengangkutan sampah yang selama ini masih dilakukan secara sederhana.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan kendaraan roda tiga dari Pemerintah Kota Pontianak. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan kami,” ujarnya.
Menurut Suryanto, sebelumnya warga mengangkut sampah menggunakan karung dan sepeda motor menuju lokasi pengelolaan. Dengan adanya kendaraan roda tiga, proses pengangkutan diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Baca Juga : Wako Edi Ajak ASN Jadi Teladan Gerakan Lingkungan Bersih dan Asri
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta seluruh kelompok penerima memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
Ia mengatakan, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kota Pontianak. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2025, timbulan sampah di Kota Pontianak mencapai 480,213 ton per hari. Dari jumlah itu, pengurangan sampah baru mencapai 18,87 persen, sehingga sekitar 377,83 ton sampah masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) setiap harinya.
“Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan besar yang dihadapi seluruh daerah, termasuk Kota Pontianak,” kata Edi.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mengarahkan agar pengelolaan sampah lebih menitikberatkan pada pengurangan sampah dari sumbernya. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan volume sampah yang dibuang ke TPA.
“Penanganan sampah harus mengoptimalkan pengelolaan dari hulu ke hilir, pengurangan sampah dari sumber, dan perubahan perilaku masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Usmulyono menjelaskan, bantuan kendaraan roda tiga diberikan kepada kelompok masyarakat yang selama ini aktif mengelola sampah, bukan kepada perorangan.
Baca Juga : Bahasan Dorong Sinergi Pemda dan Dunia Usaha, CSR Diarahkan Dukung Pembangunan Kalbar
Menurutnya, salah satu kendala yang sering dihadapi kelompok pengelola sampah adalah jauhnya jarak menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kehadiran kendaraan roda tiga diharapkan dapat mempermudah pengangkutan residu setelah sampah dipilah dan diolah.
“Bantuan ini diberikan kepada kelompok masyarakat yang sudah eksis mengelola sampah di daerahnya. Setelah sampah dipilah, residunya baru diangkut ke TPS,” jelas Usmulyono.
Ia menambahkan, setiap kelompok juga diminta melakukan pendataan terhadap volume sampah yang berhasil dikumpulkan, dipilah, dan dikurangi. Langkah tersebut penting agar pengurangan sampah dapat terukur dan tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Saat ini, DLH Kota Pontianak membina 23 bank sampah. Dengan penyerahan 17 kendaraan roda tiga tersebut, pemerintah berharap semakin banyak kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah sehingga target pengurangan sampah di Kota Pontianak dapat terus meningkat.*
