BERIKABARNEWS l KUCHING – Maskapai penerbangan milik Pemerintah Sarawak, AirBorneo, resmi melakukan penerbangan perdana dari Kuching menuju Kuala Lumpur pada Senin (20/7/2026). Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Sarawak yang kini memiliki dan mengoperasikan maskapai sendiri sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara, perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Premier Sarawak Tan Sri Abang Johari Tun Openg mengatakan AirBorneo merupakan aset strategis yang dibangun untuk menjawab kebutuhan Sarawak sebagai wilayah yang dipisahkan Laut China Selatan dari Semenanjung Malaysia.
Menurutnya, transportasi udara menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan masyarakat, dunia usaha, hingga aktivitas logistik.
“Kita tidak dapat membangun jembatan fisik menuju Kuala Lumpur atau Singapura. Karena itu, kita perlu memiliki sistem logistik sendiri melalui udara agar masyarakat, perdagangan, dan ekonomi terus terhubung,” ujar Abang Johari.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut terinspirasi dari keberhasilan Jepang membangun All Nippon Airways (ANA) sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi setelah Perang Dunia II.

Baca Juga : Sarawak Dirikan Kantor Perdagangan di Pontianak, Perkuat Ekonomi Borneo
Penerbangan perdana AirBorneo melayani rute Kuching-Kuala Lumpur, salah satu jalur tersibuk yang menghubungkan Sarawak dengan Semenanjung Malaysia. Rute ini dipilih karena menjadi jalur utama bagi aktivitas pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan pariwisata.
AirBorneo lahir melalui akuisisi MASwings oleh Pemerintah Sarawak. Langkah tersebut dinilai lebih efektif karena memungkinkan Sarawak memperoleh lisensi operasional, jaringan penerbangan, serta sumber daya yang telah tersedia tanpa harus membangun maskapai dari awal.
Selain mempertahankan layanan ke kawasan pedalaman, AirBorneo juga mulai mengembangkan penerbangan komersial dengan mengoperasikan pesawat Boeing pada rute-rute utama. Sementara armada ATR yang diwarisi dari MASwings akan diperbarui secara bertahap menggunakan pesawat generasi terbaru.
Pemerintah Sarawak juga menargetkan penambahan armada dalam beberapa bulan mendatang untuk memperluas jaringan penerbangan.
Tak hanya memperkuat konektivitas, AirBorneo juga dibentuk untuk membantu masyarakat memperoleh tiket pesawat dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah Sarawak menetapkan tarif dasar RM375 pada sejumlah rute utama guna menekan lonjakan harga tiket yang selama ini kerap terjadi saat Hari Raya, Gawai Dayak, Tahun Baru Imlek, maupun musim liburan.
Baca Juga : AirBorneo Akui Bangkok Masuk Rencana Ekspansi, Namun Belum Ajukan Rute
Maskapai ini juga akan menyediakan layanan penerbangan berbiaya rendah menuju Subang bagi mahasiswa asal Sarawak yang menempuh pendidikan di Semenanjung Malaysia.
Di sisi lain, AirBorneo diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Sarawak, termasuk mendukung sektor medical tourism melalui akses yang lebih mudah menuju berbagai rumah sakit modern di negeri tersebut.
Setelah mengawali operasionalnya dengan rute Kuching-Kuala Lumpur, AirBorneo dijadwalkan membuka penerbangan menuju Singapura pada 22 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sarawak.
Kehadiran AirBorneo menjadi simbol kemandirian Sarawak dalam mengelola transportasi udara sekaligus mempertegas ambisinya menjadi pusat ekonomi dan logistik baru di Pulau Borneo.*
