BERIKABARNEWS l SERIKIN – Akses lintas batas Sarawak, Malaysia, dan Kalimantan Barat, Indonesia, bakal semakin terbuka setelah pembangunan Kompleks Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan Keselamatan (ICQS) Serikin ditargetkan rampung pada Desember 2027.
Pembangunan fasilitas yang juga dikenal sebagai Pos Lintas Batas (PLB) Serikin tersebut kini telah mencapai progres 7 persen. Pekerjaan di lapangan saat ini masih berfokus pada pematangan tanah (earthworks).
Wakil Menteri Perhubungan II Sarawak, Datuk Henry Harry Jinep, mengatakan pengerjaan proyek berjalan positif sejak penyerahan lahan pada Desember 2025.
Baca Juga : Sarawak Dorong Percepatan Izin Bus Lintas Negara Kuching–Putussibau
Proyek ICQS Serikin dimulai pada 10 Desember 2025 dengan nilai kontrak RM43,66 juta atau sekitar Rp190,02 miliar. Anggaran tersebut berasal dari total alokasi Pemerintah Pusat sebesar RM50 juta atau sekitar Rp217,6 miliar. Pembangunan dikerjakan Jabatan Kerja Raya (JKR) Sarawak.
Sementara itu, infrastruktur pendukung seperti jalan akses, jaringan air, listrik, dan internet dibangun secara terpisah oleh Kerajaan Sarawak.
Saat ini, aktivitas lintas batas di Serikin masih terbatas bagi pemegang border pass. Warga Bau hanya diperbolehkan melintas hingga Seluas di Kalimantan Barat, begitu pula sebaliknya.
Setelah beroperasi, ICQS Serikin akan melayani pemegang paspor resmi dan kendaraan internasional. Fasilitas ini diharapkan memperluas akses Sarawak-Kalimantan Barat sekaligus mendorong pariwisata, perdagangan, dan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
Baca Juga : Kalbar Diundang Tampilkan Produk Unggulan pada Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu Sarawak
“Pihak Indonesia telah menyelesaikan fasilitas perbatasannya lebih awal dan kini menunggu kita. Karena itu, kita harus menyelesaikannya tepat waktu. Saya akan terus memantau proyek ini secara berkala,” tegas Henry.
Peninjauan pembangunan ICQS Serikin dilakukan bersamaan dengan kunjungan studi banding Pemerintah Negeri Perak pada 8–11 Agustus 2026.
Rombongan yang dipimpin Menteri Besar Perak, Datuk Seri Saarani Mohamad, datang untuk mempelajari tata kelola perbatasan serta strategi keamanan wilayah Sarawak.*
