BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat kesempatan mempromosikan produk unggulan daerah pada Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu (Non-Timber Forest Products/NTFP) Zon Selatan yang akan digelar di Plaza Merdeka, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 31 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Undangan tersebut disampaikan Jabatan Hutan Sarawak melalui Konsulat Malaysia di Pontianak kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalbar. Dalam surat resmi tertanggal 5 Juli 2026, Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri bin Abd Rahim, meneruskan undangan dari Pengarah Hutan Sarawak, Datu Haji Hamden bin Haji Mohammad, agar Kalbar mengirimkan delegasi untuk mengikuti pameran tersebut.
Ekspo ini menjadi bagian dari upaya Jabatan Hutan Sarawak untuk mempromosikan potensi hasil hutan bukan kayu sekaligus mendorong pembangunan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Support Local Hands, Sustain Natural Lands”, yang menekankan pentingnya pelestarian ekosistem dan pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Sarawak Dirikan Kantor Perdagangan di Pontianak, Perkuat Ekonomi Borneo
Melalui ajang tersebut, Kalbar diundang menampilkan beragam produk unggulan hasil hutan bukan kayu, seperti madu, tanaman herbal, kerajinan tangan, hingga berbagai produk inovatif berbasis sumber daya hutan. Namun, panitia menegaskan produk berbahan plastik, minuman beralkohol, satwa liar, maupun spesies yang dilindungi tidak diperkenankan untuk dipamerkan.
Panitia menyediakan dua ruang pameran yang dapat menampung hingga delapan peserta dari Kalimantan Barat. Sejumlah fasilitas juga disiapkan, mulai dari meja, kursi, sambungan listrik, akomodasi peserta, hingga kupon makan selama kegiatan berlangsung.
Selama penyelenggaraan ekspo, pameran dan penjualan akan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat. Persiapan stan dijadwalkan pada 30 Juli 2026, sementara penutupan kegiatan berlangsung pada 9 Agustus 2026 sebelum seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing pada 10 Agustus 2026.
Jabatan Hutan Sarawak berharap partisipasi Kalimantan Barat dalam ekspo tersebut dapat memperkuat kerja sama lintas batas di bidang kehutanan, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Kolaborasi ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan sosial ekonomi antara Malaysia dan Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan.*
