BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tradisi Robo’-Robo’ kembali menghadirkan suasana kebersamaan di Kota Pontianak. Tokoh masyarakat, pejabat, ulama, aparat, ibu-ibu, hingga warga duduk bersama dalam satu seprah, menikmati ketupat colet sekaligus memanjatkan doa.
Pesta Rakyat Robo’-Robo’ Kota Pontianak 2026 digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Banjar Serasan, Jalan Tanjung Raya II, Rabu (12/8/2026).
Ketupat colet disajikan bersama nasi putih, aneka lauk berkuah, paceri, dalca, rendang, pisang, dan buah-buahan. Hidangan tersebut menjadi simbol berbagi sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Robo’-Robo’ bukan sekadar agenda tahunan atau perayaan budaya. Tradisi tersebut memiliki nilai religius sebagai momentum masyarakat memanjatkan doa untuk keselamatan, ketenteraman, dan perlindungan Kota Pontianak.
Menurut Edi, makna Robo’-Robo’ semakin relevan di tengah musim kemarau, ancaman kebakaran lahan, serta penurunan kualitas air Sungai Kapuas akibat intrusi air laut.
“Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, ancaman kebakaran lahan, hingga penurunan kualitas air Sungai Kapuas akibat intrusi air laut, Robo’-Robo’ terasa makin relevan sebagai ikhtiar batin masyarakat untuk mengetuk langit bersama,” ujarnya.
Baca Juga : Pontianak Raih 12 Emas di MTQ Kalbar, Jadi Modal Tuan Rumah 2027
Selain menjadi momentum doa bersama, Edi menyebut Robo’-Robo’ dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Tradisi makan bersama juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang sosial.
Menurutnya, persatuan menjadi modal penting bagi Pontianak yang memiliki masyarakat heterogen. Peringatan Robo’-Robo’ tahun ini juga berlangsung bersamaan dengan semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kita tidak cuma melestarikan tradisi, tetapi juga mengisinya dengan ketertiban, kepedulian sosial, ketaatan pada aturan, serta komitmen menjaga kebersihan dan kedamaian kota,” katanya.

Suasana Robo’-Robo’ juga terasa di Taman Teras Parit Nanas, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.
Baca Juga : Kembar Pontianak Ukir Prestasi, Carissa dan Calista Tembus Panggung Istana Negara
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, Robo’-Robo’ merupakan warisan budaya yang perlu terus dirawat sekaligus dimaknai sebagai momentum bermunajat dan mensyukuri nikmat kehidupan kepada Allah SWT.
Bahasan menilai nilai penting Robo’-Robo’ terletak pada kemampuannya memperkuat kerukunan masyarakat Pontianak yang terdiri dari beragam suku, agama, dan latar belakang.
“Perbedaan kita jadikan kekuatan untuk saling menghormati,” katanya.
Ia menegaskan, menjaga keamanan dan kondusivitas kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat. Hal tersebut membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh warga.
Bahasan juga mengaitkan semangat Robo’-Robo’ dengan kepedulian terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perhatian perlu diberikan terhadap ruang publik, penerangan lingkungan, pendidikan, hingga rumah tidak layak huni.
“Ini harus jadi pengingat kita untuk saling membantu, saling menjaga, dan memastikan tak ada warga yang tertinggal,” sebutnya.
Robo’-Robo’ pada akhirnya bukan hanya tentang ketupat colet dan makan bersama. Tradisi tersebut membawa pesan spiritual, rasa syukur, kepedulian, dan semangat persaudaraan.
Melalui doa dan kebersamaan, Robo’-Robo’ terus hidup sebagai bagian dari tradisi masyarakat Pontianak sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kerukunan warga.*
