Trump Unggah Peta Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Iran Menolak

Donald Trump mengunggah peta Selat Hormuz yang ditandai sebagai wilayah Amerika Serikat.

BERIKABARNEWS l – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial terkait Selat Hormuz. Pada Selasa (18/8/2026), Trump mengunggah peta di platform Truth Social yang menandai Selat Hormuz sebagai “NEW U.S. Territory” atau wilayah baru AS.

Unggahan tersebut mempertegas pernyataan Trump sebelumnya yang menyebut akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Iran langsung menolak klaim tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut sehingga gangguan terhadap jalur ini berpotensi memengaruhi perdagangan energi global.

Trump sebelumnya menyampaikan rencana menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS pada Jumat (14/8/2026). Saat itu, ia menyebut deklarasi tersebut akan dilakukan setelah Iran dikalahkan.

Pernyataan itu mendapat respons keras dari Iran. Teheran menegaskan Selat Hormuz tetap menjadi bagian dari wilayahnya.

Baca Juga : Negosiasi dengan AS Buntu, Iran Siapkan Doktrin Militer Serangan Penuh

Trump kembali menegaskan sikap tersebut melalui unggahan peta pada Selasa. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud maupun dasar hukum dari klaim tersebut.

Perselisihan mengenai Selat Hormuz terjadi di tengah konflik AS-Israel dengan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Iran menyatakan Selat Hormuz masih ditutup. Sementara itu, Trump pada hari yang sama mengklaim jalur tersebut telah terbuka dan beroperasi serta ranjau laut telah disingkirkan atau dihancurkan.

Kedua klaim tersebut bertolak belakang. Iran juga menegaskan tidak akan membuka kembali akses Selat Hormuz sepenuhnya sebelum tuntutannya dipenuhi.

Baca Juga : Gempuran Israel di Ansar dan Deir Zahrani, 11 Orang Tewas

Tuntutan Iran mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pencabutan sanksi sektor minyak, pembebasan aset keuangan yang dibekukan, serta pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat perang.

Pernyataan terkait Selat Hormuz menjadi bagian dari sejumlah gagasan Trump mengenai wilayah strategis di luar AS.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden pada 2025, Trump pernah menyampaikan gagasan menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51, merebut Greenland, serta mengambil alih kendali atas Jalur Gaza.

Hingga kini, gagasan-gagasan tersebut belum direalisasikan.*

 

Sumber :

AFP

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

Banjir Bandang Nepal, 321 Orang Dievakuasi dan Pendaki Terjebak

BERIKABARNEWS l KATHMANDU – Banjir bandang menerjang wilayah...

Banjir bandang di Nepal tengah akibat longsor yang membendung Sungai Budhi Gandaki merusak jembatan dan memutus jalur pendakian Manaslu. (foto: x.com/NirmalPrasai5)

Arab Saudi Siaga Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh

BERIKABARNEWS l RIYADH – Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan...

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan proyektil di tengah meningkatnya ketegangan keamanan akibat serangan Houthi. (Foto: x.com/AlArabiya_Eng)

Singapura Tawarkan Bantuan Atasi Karhutla Indonesia

BERIKABARNEWS l SINGAPURA – Pemerintah Singapura menyatakan siap...

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berdampak pada kualitas udara Singapura, sehingga pemerintah setempat menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla. (Foto: x.com/JPEIR0)

Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka

BERIKABARNEWS l – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri...

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait tuntutan pembukaan jalur pelayaran strategis. (Foto: x.com/OilHeadlineNews)

berita terkini