Klaim Israel Dipertanyakan, Penembakan 15 Petugas Medis di Rafah Diselidiki

Kerusakan bangunan di Rafah, Gaza, setelah serangan dalam konflik Israel-Palestina. (Foto: x.com/MedicalAidPal)

BERIKABARNEWS l  – Militer Israel membuka penyidikan pidana atas penembakan yang menewaskan 15 petugas medis Palestina di Rafah, Gaza. Penyidikan dilakukan setelah muncul rekaman dan kesaksian yang mempertanyakan klaim awal Israel mengenai insiden tersebut.

Sebelumnya, militer Israel menyebut pasukannya melepaskan tembakan karena rombongan kendaraan medis bergerak secara “mencurigakan” tanpa lampu darurat maupun tanda keselamatan.

Klaim tersebut kemudian dipertanyakan setelah rekaman dari telepon genggam dan kesaksian penyintas beredar. Dalam rekaman, kendaraan Bulan Sabit Merah dan Pertahanan Sipil Palestina terlihat bergerak perlahan dengan lampu darurat menyala dan logo medis yang terlihat jelas.

Baca Juga : Trump Unggah Peta Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Iran Menolak

Dalam insiden tersebut, ambulans pertama yang datang untuk mengevakuasi korban ditembaki. Kendaraan darurat lainnya kemudian turut menjadi sasaran.

Setelah penembakan, jenazah dan kendaraan yang rusak dipindahkan menggunakan buldoser dan dikuburkan dalam satu lubang. Tim PBB dan penyelamat baru dapat menggali lokasi tersebut sekitar sepekan kemudian.

Juru Bicara Bulan Sabit Merah Palestina, Eid Azizi, mengatakan tragedi tersebut semestinya tidak terjadi jika hukum humaniter internasional dihormati.

Baca Juga : Negosiasi dengan AS Buntu, Iran Siapkan Doktrin Militer Serangan Penuh

Penyidikan penembakan 15 petugas medis diumumkan setelah militer Israel menyelesaikan peninjauan terhadap 150 laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan pasukannya di Gaza.

Dari laporan tersebut, hanya dua insiden yang diproses melalui penyidikan pidana. Selain kasus penembakan petugas medis, kasus lainnya adalah kematian bocah Palestina berusia 5 tahun, Hind Rajab, bersama keluarganya.

Sementara itu, militer Israel tidak melanjutkan penyidikan pidana terhadap tiga kasus serangan lain yang menewaskan relawan World Central Kitchen (WCK) dan Doctors Without Borders (MSF).

Militer Israel juga mendapat kritik karena belum melakukan penyidikan pidana terkait kematian puluhan jurnalis di Gaza.*

Trump Unggah Peta Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Iran Menolak

BERIKABARNEWS l – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald...

Donald Trump mengunggah peta Selat Hormuz yang ditandai sebagai wilayah Amerika Serikat.

Negosiasi dengan AS Buntu, Iran Siapkan Doktrin Militer Serangan Penuh

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Pemerintah Iran mengubah doktrin...

Ilustrasi ketegangan Iran dan Amerika Serikat di tengah kebuntuan negosiasi serta meningkatnya eskalasi di Selat Hormuz.

Gempuran Israel di Ansar dan Deir Zahrani, 11 Orang Tewas

BERIKABARNEWS l BEIRUT – Gempuran udara Israel di...

Gempuran udara Israel menghantam Desa Ansar dan Deir Zahrani di Lebanon Selatan, menewaskan 11 orang.

Dolar AS Melemah, Spekulasi Suku Bunga The Fed Kembali Jadi Sorotan

BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Dolar Amerika Serikat (AS)...

Ilustrasi- Dolar AS melemah di tengah spekulasi arah suku bunga The Fed.

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Warga Bogota Panik Berhamburan

BERIKABARNEWS l BOGOTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo...

Kerusakan bangunan akibat gempa M 7,4 yang mengguncang Kolombia.

Penembakan Massal Terburuk Thailand Sejak 2022, Pelaku Berusia 14 Tahun

BERIKABARNEWS l BANGKOK – Penembakan massal di kawasan...

Polisi Thailand menangani kasus penembakan massal yang dilakukan remaja 14 tahun.

berita terkini