Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang

Tim SAR mencari korban bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di perbatasan Nepal-Cina. (Foto: x.com/Scary_peeps)

BERIKABARNEWS l KATMANDU – Bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di wilayah perbatasan Nepal-Cina pada 26 Agustus 2026 menewaskan sedikitnya 1.446 orang. Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang mencapai 6.669 orang.

Data tersebut merupakan gabungan laporan dari otoritas Nepal dan Cina. Di Nepal, otoritas penanggulangan bencana masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap korban terdampak bencana.

Hingga Rabu (16/9/2026), jumlah warga yang dinyatakan hilang di Nepal mencapai 6.150 orang. Angka ini melonjak dibandingkan laporan sehari sebelumnya yang mencatat 5.179 orang hilang.

Juru bicara badan penanggulangan bencana Nepal, Shanti Mahat, mengatakan data tersebut diperbarui setelah pihaknya menerima rincian korban dari kantor-kantor distrik terdampak.

“Kami telah mengumpulkan rincian mengenai korban hilang dari kantor-kantor distrik dan memperbarui data ini setelah melalui proses verifikasi,” kata Shanti Mahat.

Baca Juga : Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan

Tim SAR Nepal hingga kini telah menemukan 1.403 jenazah dari sejumlah lokasi terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 105 jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Di sisi lain, media pemerintah Cina melaporkan bencana di wilayah negaranya menyebabkan 43 orang meninggal dunia dan 519 orang masih hilang.

Jika kedua laporan tersebut digabungkan, jumlah korban meninggal akibat bencana di wilayah perbatasan Nepal-Cina mencapai 1.446 orang. Sedangkan korban yang masih hilang sedikitnya 6.669 orang.

Ratusan warga negara asing, termasuk wisatawan dan peziarah mancanegara, juga dilaporkan masuk dalam daftar korban hilang.

Pemerintah Nepal menyoroti skala banjir yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah mengaitkan kondisi tersebut dengan peningkatan suhu global di kawasan Pegunungan Himalaya.

Nepal memiliki sekitar 30 juta penduduk dan disebut hanya menyumbang sebagian kecil emisi gas rumah kaca global jika dibandingkan dengan negara-negara industri.

Baca Juga : Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah dijadwalkan melakukan kunjungan luar negeri pertamanya dengan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan depan.

Dalam agenda tersebut, Balendra Shah dijadwalkan menyuarakan isu perubahan iklim yang dinilai semakin mendesak, terutama terkait dampaknya terhadap kawasan Himalaya.

Besarnya dampak bencana membuat pemerintah Nepal harus menyiapkan biaya besar untuk proses pemulihan dan rekonstruksi.

Pemerintah Nepal memperkirakan kebutuhan biaya rekonstruksi pascabencana banjir bandang mencapai US$4,78 miliar, atau sekitar Rp75 triliun.

Anggaran tersebut diperkirakan diperlukan untuk menangani berbagai kerusakan akibat banjir bandang dan runtuhnya gunung es di wilayah terdampak.*

Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan

BERIKABARNEWS l HAT YAI – Kabut asap akibat...

Kabut asap karhutla Sumatera berdampak pada kualitas udara di Thailand Selatan. (Foto: facebook.com/SouthHazeWatch)

Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

BERIKABARNEWS l – Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan...

Militer Israel menghancurkan markas bawah tanah Hizbullah di Lebanon Selatan. (Foto: x.com/Barong369)

IRGC Iran Sita Kapal Selam Nirawak Milik AS di Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l TEHERAN – IRGC Iran sita kapal...

IRGC Iran menyita kapal selam nirawak milik AS di pintu masuk Selat Hormuz. (x.com/MarioNawfal)

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Pattaya Usai Lima Hari Bersandar

BERIKABARNEWS l PATTAYA – Kapal induk Angkatan Laut...

USS Abraham Lincoln meninggalkan Pattaya setelah lima hari bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand. (x.com/wuthi11_)

Iran Siap Patuhi Kesepakatan Jeda Konflik, Asalkan AS Penuhi Komitmen

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan siap...

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, Kirgistan. (Foto: x.com/rtnoticias_br)

AS Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan Iran, Tekanan Ekonomi Diperketat

BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan...

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan pernyataan terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. (Foto: instagram.com/karolineleavitt)

berita terkini