BERIKABARNEWS l KATHMANDU – Banjir bandang menerjang wilayah Nepal tengah setelah longsor membendung aliran Sungai Budhi Gandaki pada akhir pekan lalu. Bencana tersebut menghancurkan jembatan dan memutus akses jalur pendakian utama, sehingga lebih dari 100 pendaki asing dilaporkan terjebak di sejumlah lokasi.
Otoritas keamanan bersama militer Nepal segera melakukan operasi penyelamatan di Distrik Gorkha, sekitar 100 kilometer di sebelah barat Kathmandu.
Hingga Senin (12/10/2026), tim penyelamat berhasil mengevakuasi 321 orang dari wilayah terdampak, termasuk 12 warga negara asing.
Baca Juga : Arab Saudi Siaga Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh
Pejabat Proyek Kawasan Konservasi Manaslu, Bhuwan Raj Ojha, mengonfirmasi bahwa sejumlah bagian jalur pendakian populer di kawasan tersebut rusak akibat terjangan air dan lumpur.
Meski akses utama terputus, para pendaki yang terjebak dilaporkan berada di lokasi aman. Area tersebut memiliki fasilitas pendukung, seperti kedai teh dan restoran.
Petugas menyiapkan skema evakuasi dengan memprioritaskan wisatawan yang ingin kembali akibat bencana. Sementara itu, pendaki yang ingin melanjutkan perjalanan diperbolehkan menggunakan rute alternatif yang telah dinyatakan aman.
“Para pendaki yang ingin kembali akibat banjir ini perlu dievakuasi. Sementara mereka yang ingin melanjutkan pendakian dapat memulainya dari titik-titik yang aman,” ujar Bhuwan Raj Ojha, Senin (12/10/2026).
Militer Nepal memastikan operasi penyelamatan akan berlanjut hingga Selasa. Langkah tersebut dilakukan meskipun debit air Sungai Budhi Gandaki dilaporkan mulai berangsur surut.
Baca Juga : Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka
Badan penanggulangan bencana nasional Nepal melaporkan belum ada korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Namun, lima warga desa dilaporkan hilang kontak setelah lumpur hitam dan puing-puing menerjang permukiman serta merusak sejumlah infrastruktur penting.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di kawasan terdampak.
Analisis awal International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menunjukkan banjir dipicu oleh jebolnya bendungan alami yang terbentuk dari material longsoran di bagian hulu sungai.
Sungai Budhi Gandaki merupakan anak sungai dari Sungai Trishuli. Kawasan tersebut sebelumnya juga dilaporkan mengalami bencana runtuhnya gletser pada Agustus lalu yang disebut menewaskan 1.457 orang.
Bencana terbaru ini kembali menyoroti tingginya kerentanan kawasan pegunungan Himalaya terhadap bencana alam ekstrem, termasuk banjir bandang dan longsor yang dapat merusak infrastruktur serta mengancam keselamatan penduduk dan wisatawan.*
