BERIKABARNEWS l – Strategi Advanced Micro Devices (AMD) memberikan opsi kepemilikan saham atau warrant kepada pelanggan besarnya, OpenAI dan Meta Platforms, mulai memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Skema tersebut menyebabkan AMD mencatatkan beban non-kas dalam jumlah besar pada kuartal ketiga 2026.
Dalam laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 26 September 2026, AMD membukukan beban non-kas sebesar 1,07 miliar dolar AS atau setara 66 sen per saham. Beban tersebut muncul seiring dimulainya pengiriman pesanan cip kecerdasan buatan (AI) kepada OpenAI dan Meta.
Meski laba tertekan akibat beban akuntansi tersebut, prospek bisnis AMD pada 2027 justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pasar. Peningkatan penjualan cip untuk pusat data atau data center menjadi salah satu pendorong utama optimisme tersebut.
Respons positif pasar terlihat dari pergerakan saham AMD yang melonjak hingga 8 persen dalam perdagangan setelah jam bursa (extended trading). Kenaikan tersebut turut mendorong saham perusahaan cip lainnya, termasuk Intel, Nvidia, dan Broadcom.
Baca Juga : Google Luncurkan Gemini 4 Carbon, Ini Harga dan Fiturnya
Pemberian opsi saham kepada pelanggan besar merupakan bagian dari strategi AMD untuk mengamankan komitmen pembelian cip AI dalam jangka panjang.
Pada Februari 2026, AMD menyepakati kerja sama penjualan cip AI dengan Meta senilai hingga 60 miliar dolar AS untuk periode lima tahun. Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan induk Facebook itu memperoleh warrant yang memberikan hak membeli hingga 10 persen saham AMD apabila target komitmen yang disepakati berhasil dipenuhi.
Skema serupa juga diterapkan AMD dalam kerja sama dengan OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT. Melalui perjanjian tersebut, OpenAI memperoleh hak opsi untuk membeli saham AMD hingga sekitar 10 persen.
Direktur Keuangan AMD, Jean Hu, menjelaskan bahwa dampak dilusi saham baru akan muncul ketika OpenAI dan Meta memenuhi persyaratan untuk mengeksekusi warrant.
Persyaratan tersebut mencakup pemenuhan kuota pengiriman cip dan sejumlah target komersial lainnya. AMD berencana memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai perkembangan pemenuhan persyaratan tersebut pada 2027.
Kebijakan AMD memberikan opsi saham kepada pelanggan strategis turut menjadi perhatian analis pasar modal. Pasalnya, pelaksanaan warrant berpotensi mengurangi persentase kepemilikan investor lama akibat bertambahnya jumlah saham yang beredar.
Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan opsi dieksekusi, Meta dan OpenAI berpeluang memperoleh saham AMD dengan harga sangat rendah, bahkan mencapai 1 sen per lembar saham.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah saham beredar secara signifikan dan menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham yang sudah ada.
Baca Juga : Riset METR Temukan Celah Keamanan OpenAI pada Sistem Pengawasan AI
Di sisi lain, strategi tersebut juga dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan perusahaan teknologi besar terhadap kemampuan AMD dalam mengembangkan cip dan perangkat lunak untuk kebutuhan AI.
Analis utama TECHnalysis Research, Bob O’Donnell, menilai industri saat ini membutuhkan alternatif yang kuat untuk mengurangi dominasi Nvidia di pasar cip AI.
Menurutnya, produk cip AI AMD semakin kompetitif, baik dari sisi performa maupun efisiensi harga.
Kerja sama AMD dengan OpenAI dan Meta juga memperlihatkan perubahan pola bisnis dalam industri AI global. Perusahaan teknologi kini tidak hanya berperan sebagai pelanggan atau pemasok, tetapi juga dapat menjadi investor sekaligus mitra bisnis bagi perusahaan lain.*
