Trump Siapkan Operasi Imigrasi Lebih Agresif pada 2026

Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat di Gedung Putih. (Foto : instagram.com/realdonaldtrump)

BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap memperluas kebijakan penindakan imigrasi secara signifikan pada 2026. Dengan dukungan anggaran besar dan kewenangan baru, pemerintahannya akan meningkatkan operasi penegakan hukum, termasuk penggerebekan di tempat kerja, meski gelombang protes politik mulai menguat menjelang pemilu paruh waktu.

Langkah tersebut diperkuat oleh paket pengeluaran yang disahkan Kongres pada Juli lalu. Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) serta Patroli Perbatasan dijadwalkan menerima tambahan pendanaan hingga USD170 miliar sampai September 2029, melonjak jauh dibandingkan anggaran tahunan sebelumnya yang berkisar USD19 miliar.

Pada 2026, fokus operasi diproyeksikan meluas ke sektor pertanian, manufaktur, dan bisnis lain yang selama ini banyak mempekerjakan imigran tanpa status hukum.

Penasihat perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, menyebut kapasitas penegakan akan meningkat tajam seiring perekrutan ribuan agen baru, pembangunan pusat penahanan tambahan, serta kerja sama dengan pihak swasta dan otoritas lokal untuk pelacakan dan penahanan.

Dampak Politik dan Penurunan Tingkat Persetujuan Publik

Namun, kebijakan agresif ini mulai memicu dampak politik. Di Miami, wilayah dengan populasi imigran besar, pemilih untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade memilih wali kota dari Partai Demokrat. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal meningkatnya resistensi publik terhadap pendekatan keras Trump.

Survei terbaru menunjukkan tingkat persetujuan publik terhadap kebijakan imigrasi Trump turun dari 50 persen pada Maret menjadi 41 persen pada pertengahan Desember.

Kritik menguat terhadap metode penegakan yang dinilai berlebihan, termasuk penggunaan gas air mata di kawasan permukiman serta kasus penahanan keliru terhadap warga negara Amerika Serikat.

Baca Juga : Serangan Bom Asap dan Penusukan Guncang Taipei, Empat Orang Tewas

Meski demikian, Trump tetap berpegang pada target mendeportasi satu juta imigran per tahun. Sejak menjabat pada Januari 2025, tercatat sekitar 622.000 orang telah dideportasi.

Data internal pemerintah menunjukkan perubahan signifikan, dengan lebih dari 40 persen tahanan ICE hingga akhir November tidak memiliki catatan kriminal selain pelanggaran imigrasi.

Pencabutan status hukum sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti, Venezuela, dan Afghanistan diperkirakan akan memperluas cakupan target deportasi pada 2026, menjadikan isu imigrasi tetap sebagai salah satu agenda paling kontroversial dalam pemerintahan Trump. (ing)

 

Sumber :

AFP

China Tolak Sanksi AS, Tetap Impor Minyak Iran

BERIKABARNEWS l BEIJING – Ketegangan hubungan dagang antara...

Ilustrasi kilang minyak di China terkait impor minyak Iran dan penolakan sanksi Amerika Serikat.

Isu Damai Iran Dorong Pelemahan Dolar AS

BERIKABARNEWS l – Isu damai antara Amerika Serikat...

Ilustrasi - Pergerakan dolar AS melemah di pasar global akibat sentimen damai Iran.

Iran Klaim Menang, AS Disebut Terima Syarat Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Ketegangan bersenjata antara Iran...

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat memberikan pernyataan di Jakarta.

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Ancam Rencana Damai AS

BERIKABARNEWS l – Situasi di Jalur Gaza kembali...

Korban serangan udara Israel di dekat sekolah pengungsian Jalur Gaza.

Trump Ultimatum Iran 24 Jam soal Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Presiden AS Donald Trump menyampaikan ultimatum kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz.

Hamas Tolak Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l – Ketegangan diplomasi di Jalur Gaza...

juru bicara sayap militer Hamas menyampaikan pernyataan terkait penolakan pelucutan senjata di Gaza.

berita terkini