Bantuan Pangan Rp1,25 Triliun untuk Korban Bencana di Sumatera

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memimpin pelepasan bantuan pangan bagi korban bencana di Sumatera. (Humas Badan Pangan Nasional)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam acara pelepasan Bantuan Bencana Kementan-Bapanas Peduli di Jakarta, Kamis (11/12/2025), Amran menyampaikan bahwa total bantuan yang digelontorkan untuk penanganan darurat dan program reguler mencapai Rp1,249 triliun.

“Kami sebagai Bapanas mengeluarkan bantuan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ada reguler dan nonreguler,” ujarnya.

Bantuan tersebut terbagi dalam dua kategori utama. Bantuan reguler dari APBN senilai Rp918 miliar berupa beras dan minyak goreng disalurkan secara rutin kepada 1.715.126 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tiga provinsi. Sementara bantuan nonreguler khusus bencana mencapai Rp330 miliar, memanfaatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Amran menambahkan, “Totalnya Rp1,249 triliun. Terakhir, Gubernur Aceh meminta tambahan 10 ribu ton beras. Kami setujui dan langsung kirim.”

Baca Juga : Kemendagri Percepat Penggantian Dokumen Warga Korban Banjir dan Longsor

Selain anggaran pemerintah, Kementan dan Bapanas juga menggalang donasi dari pegawai dan mitra yang berhasil mengumpulkan Rp75 miliar dalam bentuk barang. Donasi tersebut mencakup kebutuhan pangan seperti sosis, mi instan, dan biskuit, serta kebutuhan non-pangan termasuk selimut, mukena, dan kasur lipat.

Hingga saat ini, Rp44 miliar donasi barang telah diberangkatkan menggunakan 153 truk, sementara tahap kedua pengiriman akan segera menyusul melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Amran menegaskan bahwa stok pangan nasional aman dan cukup untuk menghadapi kondisi darurat.

“Sesuai perintah Presiden, kami siapkan cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan. Kita tidak akan membiarkan saudara kita kelaparan,” pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana yang cepat dan tepat sasaran. *

 

Sumber :

InfoPublik.id

Prabowo Instruksikan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30-200 GT

BERIKABARNEWS l BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan kebijakan pemerintah terkait harga khusus solar Rp15.000 per liter bagi nelayan kapal berukuran 30 hingga 200 GT sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ramai Disorot, Kejagung Pastikan Pengusutan Program MBG Tidak Dihentikan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan...

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menjelaskan bahwa pengusutan Program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut meski pengumpulan data telah selesai.

Indonesia Bidik Generasi Muda Jadi Inovator AI, Siapkan Tata Kelola Kecerdasan Buatan

BERIKABARNEWS l JENEWA – Pemerintah Indonesia menargetkan generasi...

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan visi Indonesia membangun generasi muda sebagai inovator AI pada WSIS Forum 2026 di Jenewa, Swiss.

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Senilai Rp5 Triliun

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW)...

Ketua IPW memberikan pernyataan terkait dukungan kepada Kortastipidkor Polri dalam penyelidikan dugaan korupsi pasokan batu bara untuk PLTU.

Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Jadi Sorotan, DPR Minta Investigasi Independen

BERIKABARNEWS l – Kematian seorang ibu hamil di...

Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang kembali menjadi sorotan setelah meninggalnya seorang ibu hamil saat terjadi kontak tembak di wilayah konflik.

Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pendaftaran PPG Calon Guru...

Ilustrasi - Kemendikdasmen kembali membuka pendaftaran PPG Calon Guru 2026 bagi lulusan S-1 dan D-IV untuk memperoleh sertifikat pendidik.

berita terkini