BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kapal tanker pengangkut BBM jenis Pertalite, MT Bintang Energi, mengalami ledakan pada Rabu (27/5/2026). Menyikapi insiden tersebut, Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat bergerak cepat dengan menerjunkan tim Penjinak Bom (Jibom) dan Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) Detasemen Gegana untuk melakukan sterilisasi dan pengamanan lokasi kejadian.
Petugas langsung melakukan penyisiran di seluruh area kapal guna memastikan tidak ada potensi ledakan susulan maupun zat berbahaya yang dapat membahayakan masyarakat dan aktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, ledakan diduga berasal dari ruang Forre Storage kapal MT Bintang Energi.
Tim gabungan yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan adanya indikasi hubungan pendek arus listrik atau korsleting di area dek dan ruang mesin kapal.
Korsleting tersebut diduga menjadi pemicu awal terjadinya ledakan di kapal tanker pengangkut BBM itu.
Baca Juga : Jeruji Tak Mampu Bendung Rindu, Momen Iduladha di Rutan Kubu Raya Bikin Haru
Selain melakukan sterilisasi area, petugas juga mengamankan sejumlah material sisa ledakan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, kepolisian menegaskan penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dari Bidlabfor Polda Kalbar.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengapresiasi kesigapan personel Satbrimob Polda Kalbar dalam menangani insiden tersebut. Menurutnya, penanganan ledakan di kapal tanker pengangkut bahan bakar memiliki risiko tinggi sehingga memerlukan keahlian khusus.
“Kehadiran tim KBRN dan Jibom sangat krusial untuk memastikan tidak adanya gas beracun yang terjebak atau potensi api laten. Langkah cepat melokalisir ruang Forre Storage berhasil mencegah dampak kerusakan yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ps Kasubden Jibom Detasemen Gegana AKP Sri Rubianto beserta seluruh personel yang terlibat dalam proses sterilisasi dan pengamanan kapal.
Baca Juga : Menlu Sugiono Tegas Kecam Israel, 9 Relawan RI Akhirnya Tiba di Tanah Air
Pasca-insiden tersebut, Polda Kalbar mengimbau seluruh pelaku industri maritim, khususnya perusahaan pengangkut bahan bakar, agar memperketat standar operasional prosedur (SOP) keselamatan serta rutin melakukan audit sistem kelistrikan kapal.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mematuhi garis polisi yang telah dipasang di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, warga diimbau segera melapor melalui layanan Call Center 110 Polri apabila menemukan indikasi bahaya lanjutan, seperti bau gas menyengat atau potensi kebakaran di sekitar kawasan pelabuhan.
Hingga saat ini, proses sterilisasi, pengamanan barang bukti, dan penyemprotan area rawan di kapal MT Bintang Energi masih berlangsung. Situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif dengan aktivitas perairan tetap berjalan di bawah pengawasan petugas.*
