Elon Musk Kecam Pejabat NASA Usai Buka Peluang bagi Pesaing SpaceX

Ilustrasi - kolase Elon Musk bersama roket SpaceX dan logo NASA. (X.com/ElonMusk)

BERIKABARNEWS l – CEO SpaceX Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam terhadap pejabat pelaksana tugas Administrator NASA, Sean Duffy. Kritik tersebut muncul setelah NASA menyatakan terbuka untuk menggunakan moon lander dari perusahaan selain SpaceX.

Elon Musk Tuduh Pejabat NASA “Mencoba Membunuh” Badan Antariksa

Melalui platform X (Twitter), Musk menuduh Duffy “mencoba membunuh NASA” dan bahkan menyindir kemampuan intelektualnya.

“Orang yang bertanggung jawab atas program antariksa Amerika tidak boleh memiliki IQ dua digit,” tulis Musk.

Komentar keras ini muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Duffy dalam wawancara dengan CNBC yang menekankan pentingnya persaingan dalam industri antariksa.

“Kami tidak akan menunggu satu perusahaan. Kami akan mendorong ini ke depan dan memenangkan perlombaan antariksa kedua melawan Tiongkok,” ujar Duffy.

NASA Buka Peluang Pesaing di Tengah Keterlambatan Starship

NASA sebelumnya mempercayakan misi pendaratan berawak di Bulan kepada roket Starship milik SpaceX, termasuk untuk misi Artemis III dengan nilai kontrak sebesar US$2,9 miliar. Namun, proyek tersebut mengalami beberapa kendala setelah serangkaian uji coba Starship berakhir dengan kegagalan eksplosif pada tahun ini.

Keterlambatan tersebut membuat NASA mempertimbangkan perusahaan pesaing agar target pendaratan di Bulan tidak tertunda. Langkah ini dilakukan agar Amerika Serikat dapat kembali ke Bulan sebelum Tiongkok, sesuai target yang ingin dicapai dalam masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.

Musk pun membela kinerja SpaceX meski menghadapi berbagai hambatan.

“SpaceX bergerak seperti kilat dibandingkan dengan industri antariksa lainnya. Starship akan menyelesaikan seluruh misi Bulan. Catat kata-kata saya,” tulisnya.

Respons Sean Duffy: “Perlombaan ke Bulan Telah Dimulai”

Menanggapi serangan dari Musk, Sean Duffy memberikan respons tegas namun diplomatis. Ia menekankan bahwa persaingan justru menjadi kunci kemajuan industri antariksa.

“Suka semangatnya. Perlombaan ke Bulan telah DIMULAI. Perusahaan hebat tidak perlu takut dengan tantangan. Ketika inovator kita bersaing satu sama lain, Amerika menang!” tulis Duffy di akun resminya.

Baca Juga : Elon Musk Sebut ISS dan Glass Lewis ‘Teroris Korporat’ karena Tolak Gaji $1 Triliun di Tesla

Ketegangan antara Ambisi Komersial dan Strategi Pemerintah AS

Pernyataan keras Musk ini juga menyoroti isu kepemimpinan di NASA. Laporan menyebutkan bahwa Duffy tengah berupaya mempertahankan posisinya sebagai Administrator tetap.
Sementara itu, Musk dikabarkan mendukung miliarder Jared Isaacman, veteran dua misi pribadi SpaceX, untuk memimpin badan antariksa tersebut.

Perdebatan ini memperlihatkan ketegangan yang semakin nyata antara ambisi eksplorasi antariksa komersial yang digerakkan sektor swasta dan strategi eksplorasi pemerintah Amerika Serikat. *

 

News.sky.com

Kru Artemis II Kembali ke Bumi, NASA Siap Lanjut ke Misi Bulan Berikutnya

BERIKABARNEWS l – Kru misi Artemis II akhirnya...

Pemandangan Bulan dari misi NASA.

Meta Rilis Muse Spark, AI ‘Superintelijen’ Andalan Zuckerberg

BERIKABARNEWS l – Meta Platforms resmi meluncurkan model...

CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan Muse Spark, model AI superintelijen terbaru untuk platform digital Meta.

Google Perketat Gemini AI Usai Gugatan, Fitur Kesehatan Mental Diperbarui

BERIKABARNEWS l – Perusahaan teknologi Google resmi memperbarui...

Google perketat keamanan AI Gemini 2026.

Astronot Artemis 2 Saksikan Cekungan Orientale Bulan

BERIKABARNEWS l – Dunia antariksa kembali mencatat sejarah....

Pemandangan Cekungan Orientale di Bulan yang diamati langsung oleh astronot Artemis 2 dari pesawat Orion.

NASA Kembali ke Bulan, Artemis 2 Ukir Sejarah Baru Antariksa

BERIKABARNEWS l – NASA kembali mencatat tonggak penting...

Peluncuran kapsul Orion dalam misi Artemis 2 menuju orbit Bulan.

Baltimore Gugat xAI, Chatbot Grok Picu Kontroversi

BERIKABARNEWS l BALTIMORE – Kontroversi teknologi kecerdasan buatan...

Ilustrasi chatbot Grok milik xAI yang memicu kontroversi hingga digugat Baltimore.

berita terkini