Manipulasi Foto AI Kian Marak, ICSF Peringatkan Ancaman Serius

Ilustrasi ancaman manipulasi foto berbasis kecerdasan buatan terhadap keamanan digital.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Penyalahgunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memanipulasi foto dan video kian marak dan dinilai mengancam keamanan digital serta martabat warga negara. Praktik tersebut bahkan disebut telah memasuki fase darurat dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menilai perkembangan AI generatif membuka celah baru dalam kejahatan digital, terutama melalui manipulasi visual dan deepfake yang dapat dengan mudah disebarluaskan di media sosial.

“Foto seseorang bisa tiba-tiba muncul dalam bentuk vulgar tanpa persetujuan. Ini bukan lagi fiksi, melainkan ancaman nyata di era AI,” ujar Ardi, Minggu (11/1/2026).

Menurut Ardi, sejumlah platform AI generatif masih memiliki celah etika karena mampu memodifikasi konten visual yang berpotensi merendahkan martabat manusia. Minimnya pembatasan dan pengawasan membuat teknologi ini rawan dimanfaatkan sebagai alat pelecehan digital.

Situasi tersebut diperparah oleh rendahnya literasi keamanan digital masyarakat. Dari sekitar 212 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 64 persen dinilai belum memahami risiko keamanan digital, termasuk ancaman manipulasi konten berbasis AI.

Dampak penyalahgunaan AI pun dinilai nyata, mulai dari pemerasan, perusakan reputasi, hingga gangguan psikologis pada korban. Bahkan, manipulasi terhadap tokoh publik berpotensi memicu konflik sosial dan menurunkan kepercayaan publik.

Baca Juga : Kemlu RI Tegaskan Keamanan Aset Pertamina di Venezuela

Di sisi regulasi, meski Indonesia telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sejak 2022, belum rampungnya aturan turunan dinilai masih menyisakan celah dalam penegakan hukum.

“Tanpa aturan teknis yang jelas, aparat akan kesulitan menentukan tanggung jawab, apakah pada pengembang AI, pengguna, atau platform,” jelas Ardi.

ICSF mendorong pemerintah segera merampungkan regulasi pemanfaatan AI generatif, termasuk kewajiban filter konten, persetujuan pemilik data, transparansi algoritma, serta sanksi tegas bagi pelaku penyalahgunaan.

Selain regulasi, Ardi menekankan pentingnya penerapan prinsip ethics by design oleh platform teknologi serta penguatan literasi digital masyarakat sebagai benteng utama perlindungan di ruang siber. *

 

Sumber :

InfoPublik

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ini Penggantinya

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi...

Dadan Hindayana saat menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional sebelum resmi digantikan oleh Nanik S Deyang.

Mulai Juni 2026, Pertamina Turunkan Harga Avtur hingga 10 Persen

BERIKABARNEWS l – PT Pertamina Patra Niaga resmi...

Pengisian avtur pada pesawat di bandara setelah Pertamina menurunkan harga avtur mulai Juni 2026.

Timnas Indonesia Masuk EA Sports FC, Erick Thohir Sebut Industri Olahraga Naik Level

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Indonesia...

Timnas Indonesia tampil di gim sepak bola EA Sports FC sebagai bagian perkembangan industri olahraga digital Indonesia.

Mulai Juli 2026, Beli Kartu SIM Baru Wajib Scan Wajah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi...

Ilustrasi registrasi kartu SIM baru menggunakan teknologi biometrik face recognition melalui pemindaian wajah.

Menlu Sugiono Tegas Kecam Israel, 9 Relawan RI Akhirnya Tiba di Tanah Air

BERIKABARNEWS l TANGERANG – Menteri Luar Negeri Republik...

Menlu RI Sugiono menyambut kepulangan sembilan relawan Indonesia usai dibebaskan dari penahanan Israel di Bandara Soekarno-Hatta.

Bongkar Skema Korupsi Tambang, Kejagung Seret Bos PT QSS

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kejaksaan Agung melalui Tim...

Kejaksaan Agung mengungkap skema korupsi tambang PT QSS di Kalimantan Barat dan menahan bos perusahaan.

berita terkini