Membedah Program GMD Ria Norsan, Bikin SIM dan Paspor Cukup di Kantor Desa

Gubernur Ria Norsan meluncurkan Program Gema Membangun Desa untuk menghadirkan pelayanan publik langsung di kantor desa di Kalimantan Barat.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ria Norsan baru saja meluncurkan program prioritas Gema Membangun Desa (GMD) di Kalimantan Barat. Program ini digagas sebagai langkah revolusioner dalam pola pelayanan pemerintahan, dari sistem birokrasi yang berorientasi meja kerja, menjadi pelayanan aktif yang hadir langsung di tengah masyarakat desa.

Bahasa sederhananya, yang biasanya masyarakat desa datang ke tempat pelayanan umum di kota, kini cukup menunggu di kantor desa masing-masing. Pelayanan umum tersebut meliputi pembuatan SIM, pembuatan Paspor hingga pembuatan SKCK.

Selain memudahkan masyarakat di pelosok, program ini juga memberikan bantuan langsung kepada masyarakat dengan memberikan subsidi pembayaran untuk pelayanan tersebut.

GMD dirancang sebagai pelayanan terpadu dengan kolaborasi lintas sektor dan instansi vertikal, termasuk Polri dan Imigrasi. Program ini menargetkan ribuan desa di seluruh wilayah Kalimantan Barat dengan durasi minimal dua hari pelaksanaan di setiap titik.

Selain pelayanan administratif, GMD juga menghadirkan program yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat, seperti Pasar Murah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Layanan Sosial, Bedah Rumah, Peningkatan Infrastruktur Desa (jalan, saluran, fasilitas sosial)

“Program ini bukan sekadar kunjungan. Kami akan tinggal dua malam bersama masyarakat. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Kita berkumpul, mendengar aspirasi, dan memikirkan masa depan masyarakat kita. Kita jangkau pedesaan, kita optimalkan pelayanan,” tegas Gubernur Ria Norsan.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tutup Muswil DMI, Serukan Persatuan Umat

Gubernur Ria Norsan mengimbau seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk turun langsung memberikan program kerja dan pelayanan nyata di lapangan.

“Saya mendorong seluruh jajaran untuk berlomba menghadirkan pelayanan terbaik. Anggaran yang kita kelola harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Norsan.

Lebih jauh, program ini diyakini akan menjadi instrumen strategis dalam pengumpulan data lapangan yang akurat sehingga kebijakan pembangunan dapat lebih tepat sasaran.

“Sudah saatnya kita banyak turun ke lapangan. Kita harus mengetahui keluhan dan kebutuhan masyarakat. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat,” tambahnya.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Ketika desa kuat, maka daerah dan bangsa ini juga akan kuat,” pungkas Gubernur. (ndo)

Tiba di Tanah Air, Gubernur Ria Norsan Sambut Jemaah Haji Kalbar di Batam

BERIKABARNEWS l BATAM – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji Kalbar di Asrama Haji Embarkasi Batam.

Wagub Krisantus Dorong Strategi Baru Genjot PAD Lewat SIKADA

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memimpin FGD SIKADA untuk membahas strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pontianak.

Gubernur Ria Norsan Ungkap Pendapatan APBD Kalbar 2025 Melebihi Target

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan laporan pertanggungjawaban APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kalbar di Pontianak.

Pemprov Kalbar Gandeng AMSI Tingkatkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Sekda Kalbar Harisson membuka kegiatan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan AMSI Kalbar untuk meningkatkan kepesertaan jaminan sosial pekerja.

Gubernur Ria Norsan Lepas Kontingen Pesparawi Nasional XIV, Siap Harumkan Nama Daerah di Papua Barat

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan melepas Kontingen Pesparawi Kalbar yang akan mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat.

Gubernur Ria Norsan Tinjau PLB Temajuk, Perbatasan Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru

BERIKABARNEWS l TEMAJUK – Kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia di...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau kesiapan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas menjelang reaktivasi 2026.

berita terkini