BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mematangkan persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Awards (IGA) 2026. Untuk pertama kalinya, Pemprov Kalbar berhasil masuk dalam nominasi penghargaan inovasi pemerintahan tersebut.
Sebagai persiapan, Pemprov Kalbar menggelar gladi presentasi kepala daerah yang dipimpin langsung Gubernur Kalbar Ria Norsan di Ruang DAR Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Heronimus Hero, Direktur RSUD dr. Soedarso drg. Hary Agung Tjahyadi, serta Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kalbar Vincencia.
Baca Juga : Sidak RSUD Soedarso, Ria Norsan Soroti Antrean Dokter Spesialis
Gladi presentasi dilakukan untuk memastikan kesiapan materi dan teknis sebelum Ria Norsan mengikuti penilaian yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penilaian dijadwalkan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom pada Kamis (5/11/2026).
Dalam persiapan tersebut, sejumlah aspek diperiksa dan disempurnakan, mulai dari alur penyampaian, substansi materi, hingga kesiapan teknis pendukung. Dengan demikian, berbagai capaian dan keunggulan inovasi daerah dapat dipaparkan secara sistematis dan menyeluruh di hadapan tim penilai.
Masuknya Kalbar dalam nominasi IGA 2026 menjadi pencapaian penting bagi pemerintah provinsi. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama dalam membangun dan mengembangkan ekosistem inovasi di lingkungan pemerintahan daerah.
Baca Juga : Gubernur Bengkulu Kunjungi Kalbar, Apresiasi Program GMD dan Jajaki Kerja Sama
Peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalbar melalui Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) turut menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Bapperida secara bertahap melakukan penjaringan inovasi dari berbagai perangkat daerah. Inovasi yang terkumpul kemudian melalui tahapan asistensi, pendampingan, verifikasi, hingga penilaian tingkat kematangan.
Proses tersebut bertujuan memastikan setiap inovasi memiliki unsur kebaruan, manfaat, efektivitas, keberlanjutan, serta dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui persiapan tersebut, Pemprov Kalbar optimistis dapat mengikuti tahapan penilaian dengan baik sekaligus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.*
