BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini sebagai benteng utama anak dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks. Penguatan karakter dinilai menjadi pondasi dasar agar generasi muda tumbuh seimbang, tidak hanya cakap teknologi tetapi juga kuat secara mental dan moral.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog bertema “Membentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini Melalui Pendidikan Sosial, Budaya, dan Agama di Era Digital” yang digelar di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPSDM Kalbar, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini mempertemukan tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan para orang tua untuk menyelaraskan peran dalam membangun fondasi karakter anak.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa PAUD merupakan fase awal dan sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak. Menurutnya, fokus utama PAUD bukan mengejar kemampuan akademik, melainkan menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan.
“PAUD itu kuncinya membangun karakter. Di sinilah anak belajar menjadi pribadi penyayang, disiplin, pantang menyerah, hingga terbiasa antre sejak dini,” ujar Harisson.
Ia menambahkan, proses belajar anak usia dini harus dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan. Bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan imajinasi, kepercayaan diri, serta kemampuan bersosialisasi.
Di sisi lain, Harisson mengingatkan orang tua agar bijak dalam penggunaan gawai pada anak. Ia menyoroti kebiasaan memberikan telepon genggam hanya agar anak diam, yang dinilai dapat menghambat perkembangan sosial anak.
“Masa PAUD adalah masa anak belajar berbicara, bergaul, dan menyampaikan pendapat. Jika peran ini digantikan oleh HP, proses tumbuh kembang sosial anak bisa terganggu,” tegasnya.
Selain kemampuan sosial, penanaman kepedulian terhadap sesama, lingkungan, dan makhluk hidup juga menjadi bekal penting bagi anak. Karakter yang kuat dan empatik diyakini menjadi modal utama menuju terwujudnya generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baca Juga : Kalbar Masih Kekurangan Ribuan Dokter, Pemprov Dorong Pendidikan Spesialis
Sementara itu, Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara PAUD (PP PAUD) Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastari, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam pendidikan karakter anak. Ia menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan PAUD terus dilakukan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Pendidikan karakter dimulai dari PAUD. Karena itu, lembaga PAUD harus kuat dan bersinergi dengan orang tua agar pendampingan terhadap anak berjalan konsisten,” ujar Windy yang juga menjabat sebagai Kepala BPSDM Provinsi Kalbar.
Dialog ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi pendidik serta orang tua dalam mendidik anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dengan sinergi pemerintah, sekolah, dan keluarga, anak-anak Kalimantan Barat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah, Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, serta ratusan guru PAUD dan orang tua murid.*
Sumber :
MC Kalbar
