BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Barat. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Harisson saat menghadiri kegiatan Pembinaan Tradisi Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Barat di kawasan Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura, Pontianak, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam konsep luar ruangan ini berlangsung dengan suasana berbeda dari biasanya. Sejumlah elemen masyarakat turut dilibatkan, mulai dari kalangan akademisi hingga komunitas ojek online. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
Menurut Harisson, terciptanya situasi keamanan yang kondusif merupakan syarat utama agar pembangunan daerah dapat berjalan optimal. Karena itu, menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Polri sangat krusial. Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi hasil dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan kondisi wilayah yang aman, pembangunan daerah akan berjalan jauh lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Harisson.
Ia menambahkan, stabilitas keamanan yang terjaga akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, hingga pelayanan publik di Kalimantan Barat.
Baca Juga : Peringatan Harganas ke-33, Pemprov Kalbar Soroti Peran Keluarga di Era Digital
Senada dengan Sekda Kalbar, Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menyoroti tantangan keamanan yang semakin kompleks di era saat ini. Menurutnya, dinamika sosial yang terus berkembang menuntut pendekatan keamanan yang lebih adaptif dan partisipatif.
“Sinergi ini penting guna menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks. Kami ingin Polri lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari kalangan akademisi yang kritis hingga rekan-rekan komunitas ojol yang berada di garda terdepan mobilitas warga,” jelas Pipit.
Kapolda menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan menjadi kunci utama pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan ketertiban dan keamanan.
Melalui kegiatan ini, Polda Kalbar berharap tercipta ruang komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat. Dengan hubungan yang semakin harmonis, berbagai potensi gangguan keamanan di Kalimantan Barat diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pun tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan daerah demi mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.*
