Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pembalakan Liar di TNGC Kuningan

Petugas mengamankan barang bukti kayu hasil pembalakan liar di kawasan TNGC Kuningan. (Dok. Humas Polri)

BERIKABARNEWS l KUNINGAN – Upaya perlindungan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) kembali diperkuat. Satreskrim Polres Kuningan resmi menetapkan lima pria sebagai tersangka kasus dugaan pembalakan liar (illegal logging) di kawasan hutan lindung Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Kapolres Kuningan AKBP Ali Akbar mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti kuat hasil penyelidikan dan gelar perkara berdasarkan laporan Balai TNGC.

Kasus ini terungkap berawal dari temuan aktivitas mencurigakan di Blok Simaung (Grid 19M), zona rehabilitasi TNGC yang berada di wilayah Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Aksi pembalakan liar tersebut pertama kali terdeteksi pada Minggu, 22 Desember 2025.

“Lokasi ini merupakan kawasan hutan konservasi yang dilindungi negara. Setelah menerima laporan dari Balai TNGC, kami langsung melakukan penindakan,” ujar AKBP Ali Akbar, dikutip dari Antaranews, Jumat (16/1/2026).

Operasi penegakan hukum dilakukan oleh tim gabungan Polres Kuningan, Balai TNGC, dan unsur TNI. Lima pelaku berhasil diamankan pada Rabu, 24 Desember 2025, saat tengah menebang dan mengangkut kayu di dalam kawasan hutan.

Kelima tersangka masing-masing berinisial N, NS, A, K, dan U. Mereka diketahui merupakan warga Kecamatan Pasawahan dengan latar belakang profesi petani, wiraswasta, hingga karyawan swasta.

“Para pelaku tertangkap tangan saat memotong dan membawa kayu jenis sonokeling menggunakan gergaji mesin,” jelas Kapolres.

Baca Juga : Lab Narkoba di Apartemen Greenbay Pluit Dibongkar, WNA Tiongkok Ditangkap

Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa satu unit gergaji mesin (chainsaw) serta sejumlah batang kayu sonokeling hasil pembalakan. Akibat perbuatan tersebut, Balai TNGC diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp34,4 juta, di luar kerusakan ekosistem yang tidak ternilai.

Saat ini, para tersangka ditahan dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Mereka terancam hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun.

Penindakan tegas ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba merusak kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai demi keuntungan pribadi. *

 

Sumber :

TBNews

Curas, Curat hingga Curanmor, Polres Singkawang Ungkap 10 Kasus dalam Sebulan

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Polres Singkawang berhasil mengungkap...

Kasat Reskrim Polres Singkawang saat konferensi pers pengungkapan 10 kasus kriminal dengan 14 tersangka yang diamankan sepanjang Juli 2026.

Terlacak Lewat CCTV, Polres Kubu Raya Bekuk Residivis Pelaku Pemerkosaan Remaja

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Polres Kubu Raya...

Ilustrasi - Petugas Polres Kubu Raya menelusuri rekaman CCTV yang menjadi petunjuk penangkapan residivis pelaku pemerkosaan remaja di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.

Polisi Ingatkan Pelaku Karhutla di Kubu Raya Bakal Dijerat 13 Dasar Hukum

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Polres Kubu Raya...

Infografis Polres Kubu Raya tentang 13 dasar hukum yang digunakan untuk menjerat pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kubu Raya.

Polisi Bekuk Terduga Pelaku Curanmor yang Resahkan Warga Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Unit Reskrim Polsek Pontianak...

Petugas Polsek Pontianak Barat mengamankan terduga pelaku curanmor berinisial Y yang diduga beraksi di tujuh lokasi di Kota Pontianak.

Niat Membantu, Gadis di Bawah Umur Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Kubu Raya

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Niat membantu seorang...

Petugas Polres Kubu Raya mengamankan terduga pelaku kasus kekerasan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur untuk menjalani proses hukum.

Polisi Pastikan BBM Kapuas Hulu Aman, Penimbun Terancam Penjara 6 Tahun

BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Polres Kapuas Hulu...

Infografis Polres Kapuas Hulu berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying maupun penimbunan BBM serta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.

berita terkini