BERIKABARNEWS l JOHOR BAHRU – Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah perbatasan maritim melalui latihan bersama Joint Search and Rescue Exercise (SAREX) MALINDO-45 Tahun 2026 di Johor Bahru, Malaysia.
Latihan yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 ini bertujuan menguji kesiapsiagaan serta menyelaraskan prosedur darurat kedua negara dalam menghadapi potensi kecelakaan pelayaran di Selat Malaka.
Ketua Delegasi Indonesia sekaligus Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, mengatakan SAREX MALINDO merupakan wujud nyata diplomasi kemanusiaan antara Indonesia dan Malaysia.
Menurutnya, latihan tersebut menjadi sarana untuk menguji prosedur operasi, meningkatkan kemampuan personel, dan memperkuat koordinasi ketika menghadapi keadaan darurat.
“Melalui latihan ini, kedua negara dapat menguji prosedur operasi, meningkatkan kemampuan personel, serta membangun koordinasi yang efektif saat menghadapi keadaan darurat,” ujar Noer Isrodin.
Baca Juga : Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Latihan yang dipusatkan di Hotel Amari Johor Bahru itu menggunakan metode Command Post Exercise (CPX) dan dipimpin Ketua Tim Exercise Controller Indonesia, Andriansyah.
Skenario latihan menggambarkan kebakaran kapal penumpang MV Nusantara Express yang membawa 150 orang di kawasan perbatasan Selat Malaka. Simulasi ini melibatkan pusat koordinasi SAR kedua negara, unsur maritim, otoritas penerbangan, kepolisian, serta instansi teknis terkait.
Dalam skenario tersebut, armada KN SAR 218 Dumai milik Basarnas menemukan kapal dalam kondisi miring bersama dua perahu penolong (life raft) di wilayah tanggung jawab SAR Malaysia.
Pencarian dan evakuasi korban kemudian dilakukan melalui mekanisme perizinan diplomatik serta koordinasi antara otoritas Indonesia dan Malaysia.
Baca Juga : Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Lintas Negara
Rekonsiliasi data pada akhir simulasi mencatat seluruh 150 penumpang berhasil diselamatkan. Tim SAR Indonesia mengevakuasi 75 orang, sedangkan 75 orang lainnya ditangani tim SAR Malaysia.
Hasil latihan ini menunjukkan pentingnya prosedur teknis yang jelas, pertukaran data yang akurat, dan koordinasi lintas negara yang responsif dalam mendukung keberhasilan operasi SAR di wilayah perbatasan.
Melalui SAREX MALINDO-45 Tahun 2026, Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan bersama demi keselamatan jiwa di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.*
