Rusia Serang Kyiv dengan Rudal dan Drone, 4 Tewas dan 25 Luka-luka

Kebakaran dan kerusakan di Kyiv akibat serangan udara Rusia, Januari 2026. (Dok. AFP)

BERIKABARNEWS l KYIV – Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Jumat (9/1/2026), di tengah musim dingin yang ekstrem. Serangan ini menargetkan ibu kota Kyiv, merusak 20 bangunan tempat tinggal, dan menghantam gedung Kedutaan Besar Qatar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan kali ini sebagai salah satu yang paling merusak dalam beberapa waktu terakhir. Laporan sementara mencatat empat warga tewas dan 25 lainnya mengalami luka-luka akibat rudal dan drone yang menghantam kota.

Dalam pernyataan resminya, Zelensky mengungkap bahwa Rusia menggunakan senjata canggih, termasuk rudal balistik hipersonik Oreshnik. Total, Rusia menembakkan 13 rudal balistik, 22 rudal jelajah, dan 242 drone ke berbagai wilayah Ukraina.

Kerusakan juga menimpa gedung Kedutaan Besar Qatar, negara yang selama ini aktif memediasi pembebasan tawanan perang dan warga sipil Ukraina dari Rusia.

“Dua puluh bangunan tempat tinggal rusak, termasuk gedung Kedutaan Qatar. Ini ironis karena Qatar banyak membantu misi kemanusiaan,” kata Zelensky.

Kekejaman serangan terlihat dari penggunaan taktik double tap, di mana serangan kedua diluncurkan saat petugas penyelamat memberikan pertolongan di lokasi serangan pertama.

Baca Juga : Trump Ungkap Rencana Serangan Darat ke Kartel Narkoba Meksiko

Menteri Dalam Negeri Ukraina Igor Klymenko mengecam keras serangan ini, yang menewaskan seorang petugas ambulans.

“Rusia sengaja menyerang gedung tinggi saat petugas medis bekerja. Ini serangan langsung terhadap layanan darurat,” tegas Klymenko.

Serangan juga menargetkan infrastruktur energi, termasuk depot gas utama di wilayah Lviv, sehingga puluhan ribu warga kehilangan listrik di suhu di bawah -10 derajat Celcius. Pemerintah Ukraina menuding Moskow menggunakan cuaca ekstrem sebagai senjata untuk menyengsarakan warga sipil.

“Tujuan musuh yang tidak manusiawi ini adalah membuat jutaan orang tanpa penerangan, pemanas, dan air di tengah musim dingin yang membekukan,” tambah Klymenko.

Hingga kini, tim penyelamat masih bekerja di puing-puing bangunan hampir di seluruh distrik Kyiv, sementara Moskow tetap menolak proposal Barat untuk mengakhiri invasi yang memasuki tahun keempat. (ing)

 

Sumber :

AFP

Iran Konfirmasi Khamenei Tewas Usai Serangan AS–Israel

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Pemerintah Iran secara resmi...

Pemerintah Iran mengumumkan kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara AS–Israel.

Di Balik Serangan AS-Israel ke Iran: Nuklir, Rudal, dan Represi

BERIKABARNEWS l – Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan...

Warga berjalan melewati bangunan yang terbakar dan rusak parah akibat protes massa di Teheran, Iran, 19 Januari 2026.

AS-Israel Serang Iran, Rudal Balasan Guncang Timur Tengah

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah...

Asap membumbung di wilayah Iran setelah serangan udara AS dan Israel di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Yen Jepang Terpuruk, Pasar Ragukan Kenaikan Suku Bunga BOJ

BERIKABARNEWS l TOKYO – Nilai tukar Yen Jepang...

Ilustrasi - nilai tukar Yen Jepang yang melemah terhadap dolar AS.

Drone Ukraina Serang Stasiun Pipa Druzhba Rusia, Hungaria Bereaksi Keras

BERIKABARNEWS l – Eskalasi konflik antara Rusia dan...

Pipa minyak Druzhba antara Hungaria dan Rusia terlihat di Pabrik Pengolahan Minyak Danube milik Grup MOL Hungaria di Szazhalombatta, Hungaria, pada 18 Mei 2022.

Iran Ancam Balas Serangan AS, Diplomasi Geneva Masih Dibuka

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan...

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan pernyataan terkait ketegangan dengan Amerika Serikat.

berita terkini