BERIKABARNEWS l KUCHING – Kerja sama maritim antara Indonesia dan Malaysia kembali terlihat dalam sebuah operasi penyelamatan di perairan perbatasan Tanjung Datu, Sarawak. TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil membantu evakuasi sekaligus menyerahkan kembali kapal nelayan Malaysia yang sempat hanyut hingga memasuki wilayah perairan Indonesia.
Insiden tersebut bermula ketika kapal nelayan lokal Malaysia dilaporkan hilang kontak saat beraktivitas di perairan negaranya. Informasi kehilangan kapal pertama kali diterima Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuching dari Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putrajaya pada Jumat (12/6/2026).
Setelah menerima laporan, otoritas maritim Malaysia segera berkoordinasi dengan pihak Indonesia untuk melakukan pencarian. Berkat komunikasi yang cepat dan intensif antara kedua negara, posisi kapal akhirnya berhasil terdeteksi di wilayah perairan Indonesia.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Pimpin GMD di Temajuk, Layanan Publik Hadir untuk Warga Perbatasan
TNI AL melalui Pos Angkatan Laut (Posal) Temajuk bergerak cepat melakukan evakuasi. Kapal nelayan tersebut kemudian ditarik menuju lokasi aman guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Posal Temajuk, kapal nelayan Malaysia itu dipastikan tidak melakukan pelanggaran hukum selama berada di wilayah perairan Indonesia.
Proses penyerahan kapal dilakukan di titik temu yang telah disepakati bersama. Pihak Malaysia mengerahkan aset maritim KM KOTA KINABALU dan PENGGUARD 42 untuk menjemput kapal beserta awaknya.
Tak hanya itu, otoritas Malaysia juga memberikan bantuan sebanyak 300 liter solar kepada nelayan tersebut agar dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju Dermaga KOMTAS dengan aman.
Direktur Maritim Negeri Sarawak, Laksamana Pertama Maritim Haji Mohd Khairi bin Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan profesionalisme TNI AL dalam penanganan insiden tersebut.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tinjau Pantai Temajuk, Fokus Pengembangan Wisata Perbatasan
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Komandan Lantamal XII Pontianak, Laksamana Pertama TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR beserta seluruh jajaran yang dinilai sigap membantu proses pendeteksian hingga penyerahan kapal.
“Kerja sama erat dan tindakan profesional yang ditunjukkan TNI AL menjadi cerminan komitmen bersama dalam memperkuat keamanan serta kesejahteraan maritim di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Pihak Maritime Malaysia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan bantuan darurat kepada komunitas maritim yang beroperasi di perairan negara tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Otoritas maritim mengimbau masyarakat pesisir untuk segera melaporkan setiap kondisi darurat melalui saluran resmi agar bantuan dapat diberikan secepat mungkin.**
