BERIKABARNEWS l – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjamu megabintang sepak bola Lionel Messi bersama skuad Inter Miami CF di Gedung Putih, Kamis (5/3/2026). Acara tersebut digelar untuk merayakan keberhasilan Inter Miami meraih gelar juara MLS Cup 2025.
Namun di tengah suasana perayaan, Trump mengaku sempat tidak menyadari bahwa Messi akan hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan baru mengetahui kedatangan bintang Argentina itu setelah diberi tahu oleh putranya.
Acara yang berlangsung di East Room Gedung Putih itu memadukan perayaan olahraga dengan isu geopolitik. Dalam sambutannya, Trump sempat menyinggung operasi militer Amerika Serikat yang sedang berlangsung di Iran bersama sekutunya, Israel.
Trump menyebut kesibukannya memantau perkembangan operasi tersebut membuatnya hampir lupa dengan jadwal kunjungan Messi dan skuad Inter Miami.
Dalam kesempatan itu, Trump memberikan pujian kepada Messi yang memilih melanjutkan karier sepak bolanya di Amerika Serikat bersama Inter Miami. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai pilihan yang tepat, terlebih karena kota Miami memiliki cuaca yang menyenangkan.
Trump juga sempat melontarkan candaan saat melihat para pemain Inter Miami yang berdiri di belakangnya. Ia bahkan menyapa gelandang Argentina, Rodrigo De Paul, dan memuji penampilan para pemain yang dinilainya sangat menarik.
Candaan tersebut langsung disambut tawa oleh para tamu yang hadir di ruangan.
Baca Juga : Dikritik Soal Tendangan Sudut, Arteta Tegas: Arsenal Justru Kurang Banyak Cetak Gol
Sebagai bentuk penghormatan, Inter Miami memberikan hadiah jersey bernomor punggung 47 kepada Trump, merujuk pada posisinya sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat. Selain itu, Trump juga menerima bola sepak serta jam tangan dengan warna merah muda khas klub tersebut.
Kunjungan ini menjadi momen spesial karena sebelumnya Messi sempat absen dalam acara pemberian Presidential Medal of Freedom oleh Joe Biden pada Januari 2025 akibat benturan jadwal.
Di akhir acara, Trump juga menyinggung gelaran Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko.
Turnamen tersebut akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Sementara tim nasional Argentina national football team dipastikan datang dengan status sebagai juara bertahan dunia dan juara Copa América.
Di penghujung pidatonya, Trump kembali menyinggung isu politik luar negeri, termasuk memuji kinerja Menteri Luar Negeri Marco Rubio serta menyinggung kemungkinan fokus Amerika Serikat terhadap isu komunisme di Kuba setelah operasi di Iran selesai.*
Sumber :
Reuters
