116 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia, Tiba di PLBN Entikong

PMI bermasalah dideportasi dari Malaysia tiba di PLBN Entikong.

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Pintu perbatasan di Pos Lintas Batas Negara Entikong kembali menjadi saksi kepulangan ratusan warga negara Indonesia. Sebanyak 116 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) dideportasi oleh otoritas Malaysia melalui Depot Semuja dan tiba di Entikong pada Kamis pagi (5/3/2026).

Kedatangan para pekerja migran tersebut difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching. Setibanya di tanah air, mereka langsung mendapatkan penanganan dari tim gabungan yang terdiri dari unsur CIQS, Polsek Entikong, serta P4MI Kabupaten Sanggau.

Dari total 116 PMI yang dipulangkan, sebanyak 97 orang merupakan laki-laki dan 19 lainnya perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kalimantan Barat.

Berdasarkan data petugas, sebagian besar deportasi terjadi karena persoalan administrasi. Rinciannya, 67 orang tidak memiliki paspor, 45 orang tidak memiliki permit atau izin kerja, sementara 4 orang terlibat kasus perjudian.

Sebelum dideportasi, para PMI tersebut bekerja di berbagai sektor di Malaysia, seperti konstruksi, perkebunan, jasa, hingga industri. Namun keberangkatan yang tidak melalui jalur resmi membuat mereka tersangkut masalah hukum di negara tujuan.

Para PMI tiba di Entikong sekitar pukul 10.08 WIB. Setelah menjalani proses pendataan dan pemeriksaan, petugas dari P4MI Kabupaten Sanggau memberikan pendampingan serta menyediakan makan siang sebelum mereka melanjutkan perjalanan pulang.

Baca Juga : 68 WNI Dideportasi dari Johor

Dalam proses pemulangan, terdapat dua mekanisme yang ditempuh. Sebanyak 70 orang memilih kembali ke daerah asal secara mandiri. Sementara 46 orang lainnya, terdiri dari 44 orang dewasa dan dua balita, difasilitasi negara menuju BP3MI Kalimantan Barat di Pontianak.

Di lokasi tersebut, mereka akan mendapatkan penanganan lanjutan sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Pemerintah mengimbau calon pekerja migran untuk melengkapi dokumen perjalanan serta izin kerja yang sah demi menjamin keamanan dan perlindungan hukum selama berada di luar negeri.

Melalui sinergi berbagai instansi di wilayah perbatasan, penanganan PMI bermasalah diharapkan dapat berjalan lebih cepat, humanis, dan tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.*

 

Sumber :

BP3MI Kalimantan Barat

10 Ton Daging Beku Ilegal Tujuan Kalbar Digagalkan di Perbatasan Serikin

BERIKABARNEWS l SARAWAK – Upaya penyelundupan lebih dari...

Aparat keamanan Malaysia mengamankan truk bermuatan 511 karton atau lebih dari 10 ton daging beku ilegal di kawasan perbatasan Serikin, Sarawak, yang diduga akan masuk ke Kalimantan Barat.

Kebakaran Hebat Ludeskan Rumah Panjang 23 Pintu di Samalaju Sarawak

BERIKABARNEWS l SAMALAJU – Kebakaran hebat melanda sebuah...

Petugas JBPM Sarawak memadamkan kebakaran hebat yang menghanguskan rumah panjang 23 pintu di Samalaju, Sarawak.

Selundupkan Delapan WNI ke Malaysia, Pria Indonesia Berakhir di Balik Jeruji

BERIKABARNEWS l LUNDU – Aksi seorang warga negara...

Mahkamah Tinggi Malaysia menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada WNI berinisial R dalam kasus penyelundupan delapan warga negara Indonesia ke Sarawak.

Kalbar Diundang Tampilkan Produk Unggulan pada Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu Sarawak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Delegasi Kalbar diundang mengikuti Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu (NTFP) Zon Selatan di Plaza Merdeka, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Jual Saldo Judi Online, WNI Asal Kalimantan Dihukum 3 Bulan Penjara

BERIKABARNEWS l KUCHING – Seorang warga negara Indonesia...

Ilustrasi - Seorang WNI asal Kalimantan menjalani persidangan di Mahkamah Majistret Sarawak setelah ditangkap dalam Operasi Ops Dadu terkait penjualan saldo judi online.

APMM Sarawak Amankan Kapal Nelayan Indonesia, Dua WNI Jalani Pemeriksaan

BERIKABARNEWS l KUCHING – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia...

APMM Sarawak mengamankan kapal nelayan Indonesia tanpa registrasi di perairan utara Sarawak bersama dua WNI.

berita terkini