Kerusuhan Iran Tewaskan Ribuan Orang, Terparah Sejak 1979

Kerusuhan massal di Iran pasca aksi protes besar yang memicu krisis kemanusiaan dan politik. (x.com/Covelgram)

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Krisis politik dan kemanusiaan di Iran kian memburuk menyusul gelombang protes besar yang pecah sejak akhir Desember 2025. Seorang pejabat Iran melaporkan sedikitnya 5.000 orang tewas dalam kerusuhan tersebut, menjadikannya konflik paling mematikan sejak Revolusi Islam 1979.

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 korban merupakan personel keamanan. Pemerintah Iran menuding kelompok “teroris dan perusuh bersenjata” sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian warga sipil di tengah kekacauan yang meluas.

Situasi ini turut memicu ketegangan internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengancam akan turun tangan jika Iran terus melakukan eksekusi mati terhadap para pengunjuk rasa.

Melalui media sosial, Trump bahkan mengklaim Teheran sempat membatalkan rencana eksekusi terhadap ratusan tahanan akibat tekanan dari Washington.

Pernyataan tersebut langsung ditanggapi keras oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pidatonya, Khamenei menyebut Trump sebagai “kriminal” dan menuduh Amerika Serikat serta Israel berada di balik upaya destabilisasi Iran dengan mempersenjatai kelompok perusuh.

“Kami tidak akan menyeret negara ke dalam perang, tetapi kami juga tidak akan membiarkan penjahat domestik maupun internasional lolos dari hukuman,” tegas Khamenei.

Di tengah kecaman dunia internasional, otoritas kehakiman Iran justru mengisyaratkan proses hukum berat tetap berjalan.

Juru bicara peradilan Iran, Asghar Jahangir, menyatakan bahwa sejumlah pengunjuk rasa dijerat dengan tuduhan Mohareb, istilah hukum Islam yang berarti “memerangi Tuhan” dan dapat berujung pada hukuman mati.

Sementara itu, kelompok pemantau hak asasi manusia HRANA mencatat angka korban yang berbeda, dengan verifikasi 3.308 orang tewas dan lebih dari 24.000 orang ditangkap, serta ribuan kasus lain masih dalam proses pendataan.

Baca Juga : AS Tangguhkan Visa Imigran 75 Negara, Kebijakan Imigrasi Trump Diperketat

Konflik Berdarah di Wilayah Kurdi

Bentrokan paling berdarah dilaporkan terjadi di wilayah Kurdi, Iran barat laut. Sumber lapangan menyebut adanya dugaan infiltrasi kelompok separatis bersenjata dari perbatasan Irak yang memanfaatkan situasi tidak stabil.

Kesaksian warga Teheran menggambarkan situasi jalanan yang mencekam.

“Saya melihat aparat menembaki kerumunan, tapi juga ada orang bersenjata yang menyamar sebagai demonstran dan menyerang warga sipil,” ujar seorang saksi.

Akses informasi dari dalam Iran kian terbatas setelah pemerintah kembali memutus layanan internet. Meski sempat dibuka beberapa jam, kelompok pemantau NetBlocks melaporkan koneksi kembali diblokir.

Kondisi ini mendorong banyak warga asing meninggalkan Iran, sementara laporan dari pelancong menyebutkan pembakaran gedung, bank, dan kendaraan terjadi di berbagai kota besar. *

 

Sumber :

Reuters

Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal dan Drone, 10 Orang Tewas

BERIKABARNEWS l KYIV – Rusia kembali menghujani ibu...

Serangan rudal dan drone Rusia menghantam Kyiv, Ukraina.

Zelensky Sebut Rusia Siapkan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Ukraina

BERIKABARNEWS l KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pernyataan terkait dugaan pengerahan tentara Korea Utara ke Rusia.

Thailand Kutuk Serangan di Narathiwat yang Tewaskan Lima Prajurit

BERIKABARNEWS l NARATHIWAT – Pemerintah Thailand mengutuk keras...

Serangan bersenjata yang menewaskan lima prajurit di Narathiwat, Thailand Selatan.

Iran Serang Titik Strategis, Trump Beri Peringatan Keras di Tengah Memanasnya Konflik

BERIKABARNEWS l – Konflik antara Amerika Serikat (AS)...

Asap membumbung usai serangan Iran di kawasan Timur Tengah saat konflik dengan Amerika Serikat kembali memanas.

Mengenal Khalil Al-Hayya, Pemimpin Baru Hamas Pengganti Yahya Sinwar

BERIKABARNEWS l – Khalil Al-Hayya resmi ditunjuk sebagai...

Khalil Al-Hayya, pemimpin baru Hamas yang ditunjuk menggantikan Yahya Sinwar sebagai pemimpin tertinggi organisasi.

Serangan AS ke Iran Picu Eskalasi Baru

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Asap membumbung setelah serangan udara dalam eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

berita terkini