AS Tangguhkan Visa Imigran 75 Negara, Kebijakan Imigrasi Trump Diperketat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kebijakan penangguhan visa imigran dalam konferensi pers di Gedung Putih. (instagram.com/whitehouse)

BERIKABARNEWS l – Pemerintah Amerika Serikat resmi menangguhkan pemrosesan visa imigran bagi warga negara dari 75 negara. Kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari langkah Presiden Donald Trump dalam memperketat aturan imigrasi dan mengendalikan arus masuk warga asing ke AS.

Penangguhan tersebut didasari kekhawatiran pemerintah terhadap potensi beban ekonomi yang dapat ditimbulkan para pendatang. Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan meninjau ulang prosedur imigrasi untuk mencegah masuknya warga asing yang dinilai berisiko membebani sistem kesejahteraan dan tunjangan publik.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi kepentingan ekonomi rakyat Amerika. Ia menyebut pemerintah berkomitmen menghentikan segala bentuk penyalahgunaan sistem imigrasi.

“Pemrosesan visa imigran dari 75 negara akan dihentikan sementara selama evaluasi dilakukan. Langkah ini diambil untuk mencegah masuknya warga asing yang berpotensi bergantung pada bantuan kesejahteraan publik,” ujar Pigott dalam pernyataan resmi, Rabu (14/1/2026).

Meski daftar resmi belum diumumkan, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkap sejumlah negara terdampak melalui media sosial X. Negara-negara tersebut mencakup Somalia, Rusia, Iran, Irak, dan Yaman, serta Nigeria sebagai negara terpadat di Afrika.

Selain itu, Brasil, Mesir, dan Thailand juga termasuk dalam daftar, meski memiliki hubungan diplomatik yang relatif baik dengan AS.

Masuknya negara-negara mitra diplomatik menunjukkan bahwa kebijakan ini menyasar spektrum global yang luas, tidak terbatas pada kawasan konflik semata.

Baca Juga : Myanmar Bantah Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang ICJ

Penangguhan pemrosesan visa imigran dijadwalkan mulai berlaku pada 21 Januari 2026. Hingga kini, pemerintah AS belum menetapkan batas waktu berakhirnya kebijakan tersebut.

Langkah ini melanjutkan tren pengetatan imigrasi sejak Trump kembali menjabat. Dalam setahun terakhir, lebih dari 100.000 visa dilaporkan telah dicabut.

Departemen Keamanan Dalam Negeri juga mencatat deportasi terhadap lebih dari 605.000 orang, sementara sekitar 2,5 juta lainnya meninggalkan AS secara sukarela.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak memengaruhi visa non-imigran. Visa turis, bisnis, serta visa khusus penggemar Piala Dunia 2026 tetap diproses. Namun, pemeriksaan latar belakang, termasuk aktivitas media sosial pemohon visa, akan diperketat demi menjaga keamanan nasional.

Penangguhan visa imigran bagi 75 negara ini menandai penguatan kebijakan “America First” di sektor imigrasi. Bagi warga negara terdampak, proses imigrasi ke Amerika Serikat dipastikan tertunda hingga evaluasi kebijakan selesai. (ing)

 

Sumber :

AFP

Zelenskyy Desak AS Segera Kirim Rudal Patriot dan NASAMS

BERIKABARNEWS l KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Amerika Serikat segera menyetujui pengiriman rudal pertahanan udara Patriot dan NASAMS untuk menghadapi serangan Rusia. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

Houthi Klaim Serang Enam Lokasi Strategis di Arab Saudi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Kelompok Houthi di Yaman...

serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas strategis di Arab Saudi. (Foto: x.com/hehe_samir)

Nvidia Rebut Pasar CPU Intel dan AMD, Modal Pilih Chip Vera

BERIKABARNEWS l – Nvidia mulai memperluas persaingan di...

Chip CPU Nvidia Vera untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan (AI). (Foto: NVIDIA)

Kerusuhan di Prancis, 1.200 Demonstran Ditangkap

BERIKABARNEWS l PARIS – Unjuk rasa menentang lonjakan...

Kerusuhan di Prancis saat demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup di Paris. (Foto: x.com/shafeKoreshe)

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

berita terkini