BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-69 Pemprov Kalbar, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Gedung Unit Layanan Stroke di RSUD dr. Soedarso, Rabu (28/1/2026).
Peresmian dua fasilitas baru ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan ruang perawatan sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit rujukan utama kerap menghadapi lonjakan jumlah pasien yang berdampak pada antrean rawat inap. Dengan diresmikannya Gedung KRIS, kapasitas rumah sakit bertambah sebanyak 123 tempat tidur baru.
“Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan mencegah penumpukan pasien rawat inap, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal,” ujar Ria Norsan.
Pembangunan Gedung KRIS juga merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang mengedepankan standar nasional terbaru, dengan fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan kualitas perawatan pasien.
Selain gedung rawat inap, Gubernur juga meresmikan Unit Layanan Stroke. Berdasarkan data tahun 2024, RSUD dr. Soedarso telah menangani lebih dari 1.600 pasien stroke, sehingga kehadiran unit khusus ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan.
Ria Norsan menekankan bahwa stroke membutuhkan penanganan cepat pada masa emas atau golden period. Dengan unit layanan khusus, diharapkan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit tidak menular tersebut dapat ditekan.
Baca Juga : HUT ke-69 Pemprov Kalbar, TP PKK Perkuat Ketahanan Keluarga
Dalam kesempatan itu, Gubernur turut mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar peningkatan fasilitas fisik diimbangi dengan kualitas pelayanan yang ramah dan humanis. Ia menekankan pentingnya penerapan pelayanan S.M.A.R.T yang cepat, cerdas, dan terukur, disertai sikap ramah kepada pasien.
“Keramahan dan senyuman dari tenaga medis merupakan bagian penting dalam proses penyembuhan pasien,” ungkapnya.
Komitmen Renovasi Berkelanjutan
Direktur RSUD dr. Soedarso, Harry Agung Tjahyadi, bersama jajaran BPKP Kalbar turut hadir dalam peresmian tersebut.
Menutup acara, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk terus melakukan renovasi bertahap terhadap gedung-gedung lama agar seluruh fasilitas rumah sakit dapat berfungsi secara optimal.
Dengan hadirnya Gedung KRIS dan Unit Layanan Stroke, RSUD dr. Soedarso diharapkan semakin mampu memberikan layanan kesehatan yang modern, tangguh, dan berdaya saing nasional bagi masyarakat Kalimantan Barat. *
