BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dalam mempercepat pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam agenda Coffee Morning yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Jumat (22/5/2026), sebagai bagian dari persiapan menghadapi Adinata Syariah Award 2026.
Pertemuan lintas sektor ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, bersama para pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, Harisson menegaskan bahwa Adinata Syariah Award yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan bentuk apresiasi nasional bagi daerah yang dinilai berhasil mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah secara konsisten.
“Penghargaan Adinata Syariah Award merupakan bentuk apresiasi nasional dari KNEKS kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan dan inklusif,” ujar Harisson.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Lewat Sinergi SIKADA
Ia menambahkan, Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, sektor ini diyakini mampu menjadi pilar penting dalam memperkuat stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, penguatan ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Untuk memperkuat posisi Kalbar dalam ajang tersebut, Pemprov Kalbar bersama Bank Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis di berbagai sektor.
Salah satu fokus utama adalah akselerasi industri halal melalui perluasan sertifikasi halal bagi produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Baca Juga : Habe Fest Digelar, Konser Tanjidor di Atas Sampan Bikin Heboh Sungai Jawi
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberdayaan UMKM berbasis syariah dengan memberikan pendampingan agar pelaku usaha mikro dapat mengembangkan usaha sesuai prinsip ekonomi syariah.
Dari sisi keuangan, penguatan akses pembiayaan syariah juga terus dilakukan agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat maupun pelaku usaha di berbagai sektor.
Pemprov Kalbar turut mengoptimalkan program Rabbani Khatulistiwa sebagai wadah edukasi dan peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat, Kalimantan Barat optimistis dapat menjadi salah satu daerah unggulan dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional.*
