PM Anwar Ibrahim Bantah Isu Penyerahan Lahan Perbatasan Sabah–Kalimantan ke Indonesia

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan penjelasan di Parlemen terkait isu perbatasan Sabah dan Kalimantan.

BERIKABARNEWS l KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa tidak ada penyerahan wilayah kedaulatan Malaysia kepada Indonesia terkait sengketa lahan di perbatasan Sabah dan Kalimantan. Klarifikasi tersebut disampaikan Anwar di hadapan Parlemen Malaysia untuk merespons isu yang menyebut Malaysia menyerahkan lahan seluas 5.207 hektare.

Anwar menegaskan, penetapan batas negara tetap mengacu pada perjanjian historis tahun 1891 dan 1915 yang telah disepakati sejak era kolonial.

“Klaim penyerahan wilayah itu tidak benar. Yang dilakukan adalah penegasan batas berdasarkan perjanjian yang sudah lama berlaku,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, proses penentuan ulang garis batas bukanlah kebijakan baru. Negosiasi telah berjalan sejak 1977 dan dilakukan secara bertahap untuk memastikan akurasi titik koordinat perbatasan kedua negara. Putaran perundingan terbaru dimulai pada 2019 dan berhasil difinalisasi pada periode 2022–2023, meski saat ini masih menunggu ratifikasi resmi.

“Ratifikasi penting untuk menjaga hubungan diplomatik Malaysia–Indonesia serta memastikan kepastian hukum sesuai konvensi internasional,” kata Anwar.

Baca Juga : PGA Sarawak Bongkar Penyelundupan, Barang Ilegal Lebih RM35 Juta Disita dalam Dua Pekan

Menjawab kekhawatiran publik, Anwar memastikan pemerintah negara bagian Sabah terlibat penuh dalam seluruh proses perundingan. Kesepakatan, lanjutnya, dicapai atas persetujuan pemerintah Sabah sebelum difinalisasi oleh pemerintah federal Malaysia dan pihak Indonesia.

Penegasan ulang perbatasan atau Outstanding Boundary Problem (OBP) ini juga berdampak pada wilayah administratif Indonesia.

Tercatat tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara—Kabungalor, Lipaga, dan Tetagas—yang terdampak penyesuaian titik koordinat. Namun, Anwar menegaskan bahwa hanya sebagian kecil wilayah desa yang masuk ke wilayah Malaysia, bukan keseluruhan desa seperti yang ramai diberitakan.*

 

Sumber :

Bernama, Malaymail

WNI Asal Singkawang Terlibat Prostitusi di Kuching, Divonis Penjara

BERIKABARNEWS l KUCHING – Seorang warga negara Indonesia...

Ilustrasi - Pengadilan di Kuching, Malaysia, menjatuhkan hukuman denda dan penjara kepada WNI asal Singkawang dalam kasus prostitusi dan pelanggaran izin tinggal.

205 WNI Dideportasi dari Sarawak, Enam di Antaranya Anak-anak

BERIKABARNEWS l SERIAN – Sebanyak 205 Warga Negara...

Sebanyak 205 WNI dideportasi oleh Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Sarawak melalui perbatasan Tebedu-Entikong pada 27–28 Oktober 2026, termasuk enam anak-anak. (Foto: JIM Sarawak)

Pelajar 16 Tahun Serang Guru dengan Kapak di Kuching, Polisi Periksa Kejiwaan

BERIKABARNEWS l KUCHING – Kepolisian Sarawak, Malaysia, tengah...

Plt Komisaris Polisi Sarawak DCP Saifullizan Ishak menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus pelajar 16 tahun yang menyerang guru menggunakan kapak dalam konferensi pers di Markas Kontingen Polisi Sarawak, Kuching, Malaysia. (Foto: facebook.com/polissarawak)

KJRI Kuching Dampingi Pemulangan 40 WNI dari Sarawak Lewat Entikong

BERIKABARNEWS l ENTIKONG – Konsulat Jenderal Republik Indonesia...

KJRI Kuching mendampingi pemulangan 40 WNI bermasalah dari Sarawak, Malaysia, melalui PLBN Entikong, Kalimantan Barat. (Foto: KJRI Kuching)

Sarawak Jajaki Pasokan Beras Sambas Lewat Perbatasan Aruk

BERIKABARNEWS l KUCHING – Pemerintah Negara Bagian Sarawak,...

Datuk Seri Dr. Stephen Rundi Utom, Menteri Industri Makanan, Komoditas, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, yang menyampaikan rencana penjajakan pasokan beras dari Sambas, Kalimantan Barat. (Foto: Japen Malaysia)

Razia Kamar Sewa Bintulu, Imigrasi Sarawak Tangkap 23 WNI

BERIKABARNEWS l BINTULU – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Petugas Imigrasi Sarawak melakukan pemeriksaan dalam razia kamar sewa di Bintulu yang menjaring 23 warga negara Indonesia. (Foto: JIM Sarawak)

berita terkini