BERIKABARNEWS l KUALA LUMPUR – Ringgit Malaysia membuka perdagangan hari ini dengan tren positif. Penguatan mata uang Negeri Jiran tersebut ditopang optimisme terhadap prospek ekonomi domestik serta pelemahan indeks Dolar AS (USD) di pasar global.
Pada pukul 08.00 pagi, Ringgit tercatat menguat ke posisi 3,8850/8960 per dolar AS, dibandingkan penutupan Rabu di level 3,8900/8955.
Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, menilai penguatan ini sejalan dengan rencana pemerintah yang tengah meninjau kembali target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini.
Saat ini, proyeksi PDB Malaysia berada di kisaran 4,0 hingga 4,5 persen. Menurutnya, capaian ekonomi tahun lalu membuka peluang adanya revisi ke atas.
“Melihat performa tahun lalu, kemungkinan besar akan ada revisi naik. Ini memberikan sinyal positif bagi pasar,” ujarnya yang dikutip dari Bernama.
Ia menambahkan, kebijakan moneter Malaysia diperkirakan tetap suportif dengan suku bunga yang cenderung dipertahankan di level saat ini, sehingga memberi stabilitas tambahan bagi Ringgit dalam jangka pendek.
Baca Juga : Ringgit Menguat, Belanja Warga Kuching di Pontianak Makin Murah
Dari sisi eksternal, indeks Dolar AS tercatat turun 0,17 persen ke level 97,675. Penurunan tersebut mencerminkan tekanan terhadap greenback yang masih berlangsung di pasar internasional.
Afzanizam mencatat pasangan USD/MYR sempat mendekati level support RM3,8722 sebelum kembali bergerak di kisaran RM3,8855 pada sesi sore sebelumnya.
“Ringgit kemungkinan besar tetap terjaga dalam jangka pendek, didukung prospek ekonomi Malaysia yang cerah dan pelemahan Dolar AS,” jelasnya.
Meski menguat terhadap Dolar AS, pergerakan Ringgit terhadap mata uang utama global lainnya cenderung bervariasi. Ringgit tercatat melemah terhadap Yen Jepang, Poundsterling Inggris, dan Euro.
Di kawasan ASEAN, performanya juga beragam. Ringgit menguat terhadap Rupiah Indonesia dan Baht Thailand, bergerak tipis terhadap Peso Filipina, serta sedikit melemah terhadap Dolar Singapura.
Stabilitas Ringgit di awal perdagangan ini menjadi indikator penting bagi pelaku usaha dan investor yang mencermati dinamika ekonomi Asia Tenggara di tengah ketidakpastian pasar global.*
Sumber :
Bernama
