Rainforest World Music Festival 2026 Siap Guncang Sarawak Juni Mendatang

Abdul Karim Rahman Hamzah, Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, meresmikan peluncuran Rainforest World Music Festival 2026.

BERIKABARNEWS l KUCHING – Festival musik dunia bergengsi, Rainforest World Music Festival (RWMF), akan kembali digelar untuk edisi ke-29 pada 26 hingga 28 Juni 2026 di Sarawak Cultural Village.

Festival tahunan ini dikenal sebagai salah satu perayaan musik dan budaya terbesar di dunia yang menghadirkan perpaduan pertunjukan seni, tradisi, dan kolaborasi musisi internasional dengan latar megah Gunung Santubong.

Ajang ini juga baru-baru ini masuk dalam daftar 10 festival terbaik dunia dengan menempati posisi kedelapan versi Transglobal World Music Chart. Pengakuan tersebut semakin mengukuhkan posisi festival ini sebagai salah satu destinasi musik dan budaya paling bergengsi di tingkat global.

Tiket untuk RWMF 2026 resmi mulai dijual pada 13 Maret 2026. Pengunjung dapat memanfaatkan penawaran Early Bird dengan harga RM235 untuk tiket satu hari dan RM635 untuk tiket tiga hari yang berlaku hingga 31 Maret 2026.

Tiket dapat dipesan melalui situs resmi festival maupun platform penjualan tiket Ticketmelon.

Untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung, panitia juga menyediakan opsi pembayaran Beli Sekarang Bayar Nanti (BNPL) melalui layanan digital seperti Atome, Grab melalui Grab PayLater, serta Shopee melalui Shopee PayLater.

Dengan tingginya minat pengunjung setiap tahun, tiket Early Bird diperkirakan akan cepat habis sehingga calon pengunjung disarankan segera melakukan pemesanan.

Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Abdul Karim Rahman Hamzah, mengatakan bahwa festival ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar acara musik.

“Rainforest World Music Festival selama bertahun-tahun telah menjadi salah satu perayaan budaya paling khas di Sarawak. Ini lebih dari sekadar festival musik; ini adalah pertemuan budaya dan platform bagi musisi dari seluruh dunia untuk berbagi cerita melalui ritme, melodi, dan warisan mereka,” ujarnya.

Sejumlah musisi internasional telah diumumkan sebagai penampil utama tahun ini. Musisi legendaris Malaysia M. Nasir dijadwalkan tampil pada malam pembukaan, 26 Juni 2026. Sosok yang telah berkiprah lebih dari empat dekade di industri musik tersebut dikenal luas melalui karya-karyanya yang memadukan unsur tradisional Melayu dengan nuansa musik modern.

Pada hari kedua, panggung festival akan diramaikan oleh band funk dan soul legendaris The Commodores yang menghadirkan gitaris pendiri mereka, Thomas McClary. Grup ini dikenal melalui sejumlah lagu klasik yang tetap populer lintas generasi seperti Easy, Three Times a Lady, dan Brick House.

Sementara pada malam penutup, 28 Juni 2026, giliran band acid jazz internasional Incognito yang dipimpin oleh Jean-Paul Maunick tampil menghibur penonton. Band ini dikenal melalui lagu-lagu populer seperti Always There dan Still a Friend of Mine.

Panitia juga menyebutkan bahwa daftar artis lainnya masih akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang, dengan total lebih dari 200 penampil dari 12 negara yang dijadwalkan meramaikan festival tahun ini.

Tidak hanya menghadirkan konser malam, festival ini juga dikenal dengan berbagai kegiatan siang hari yang interaktif. Pengunjung dapat mengikuti puluhan lokakarya musik, demonstrasi budaya, hingga sesi mini yang memungkinkan interaksi langsung dengan para musisi.

Dalam sesi tersebut, para seniman akan berbagi cerita mengenai alat musik tradisional, teknik bermain, hingga kolaborasi musik spontan bersama penonton.

Baca Juga : Ringgit Menguat, Belanja Warga Kuching di Pontianak Makin Murah

Pada edisi 2026, RWMF juga memperkenalkan pameran kuliner khusus kawasan BIMP-EAGA yang menampilkan kekayaan kuliner dari Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, dengan menghadirkan berbagai hidangan tradisional khas Borneo dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperkenalkan keragaman budaya kuliner kepada pengunjung internasional.

Di sisi lain, festival ini juga terus menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Berbagai inisiatif seperti Green Ruai, Green Warriors, serta program penanaman pohon EcoGreen Planet menjadi bagian penting dari penyelenggaraan festival.

Sejak 2023, lebih dari 6.000 pohon telah ditanam di kawasan konservasi seperti Samunsam Wildlife Sanctuary, Bukit Lima Nature Reserve, dan Piasau Nature Reserve.

Program ini menargetkan penanaman hingga 10.000 pohon pada tahun ini sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan jangka panjang.

Dengan perpaduan musik kelas dunia, pengalaman budaya yang autentik, serta komitmen terhadap kelestarian alam, Rainforest World Music Festival terus memperkuat reputasi Sarawak sebagai destinasi unggulan festival internasional dan pariwisata budaya di kawasan Asia. (ndo)

Selundupkan Delapan WNI ke Malaysia, Pria Indonesia Berakhir di Balik Jeruji

BERIKABARNEWS l LUNDU – Aksi seorang warga negara...

Mahkamah Tinggi Malaysia menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada WNI berinisial R dalam kasus penyelundupan delapan warga negara Indonesia ke Sarawak.

Kalbar Diundang Tampilkan Produk Unggulan pada Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu Sarawak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Delegasi Kalbar diundang mengikuti Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu (NTFP) Zon Selatan di Plaza Merdeka, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Jual Saldo Judi Online, WNI Asal Kalimantan Dihukum 3 Bulan Penjara

BERIKABARNEWS l KUCHING – Seorang warga negara Indonesia...

Ilustrasi - Seorang WNI asal Kalimantan menjalani persidangan di Mahkamah Majistret Sarawak setelah ditangkap dalam Operasi Ops Dadu terkait penjualan saldo judi online.

APMM Sarawak Amankan Kapal Nelayan Indonesia, Dua WNI Jalani Pemeriksaan

BERIKABARNEWS l KUCHING – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia...

APMM Sarawak mengamankan kapal nelayan Indonesia tanpa registrasi di perairan utara Sarawak bersama dua WNI.

Diduga Curi Ikan di Perairan Sarawak, Empat Nelayan Indonesia Ditangkap APMM

BERIKABARNEWS l SARAWAK – Empat nelayan asal Indonesia...

Petugas APMM mengamankan kapal yang mengangkut empat nelayan Indonesia yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Sarawak, Malaysia.

AirBorneo Lepas Landas! Sarawak Kini Kendalikan Sendiri Konektivitas Udara

BERIKABARNEWS l KUCHING – Maskapai penerbangan milik Pemerintah...

Pesawat AirBorneo, maskapai milik Pemerintah Sarawak, melakukan penerbangan perdana dari Kuching menuju Kuala Lumpur pada 20 Juli 2026.

berita terkini