BERIKABARNEWS l KETAPANG – Warga Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, dikejutkan oleh aksi kriminal yang melibatkan seorang remaja berusia 14 tahun. Pelaku nekat membobol rumah warga dan melakukan penganiayaan brutal pada Rabu (22/4/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Agus, warga setempat yang rumahnya disatroni pelaku sekitar pukul 03.30 WIB. Insiden tersebut terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap.
Peristiwa bermula ketika pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel dinding papan di bagian dapur. Setelah berhasil masuk, ia menemukan tas berisi uang tunai sebesar Rp11.600.000.
Namun, aksi tersebut tidak berjalan mulus. Suara dari dapur membuat korban terbangun dan memergoki pelaku di dalam rumahnya.
Alih-alih melarikan diri, pelaku justru panik dan menyerang korban menggunakan alat yang ada di sekitar, seperti kunci inggris, tang, dan obeng. Akibat serangan itu, korban tersungkur dan mengalami luka serius.
Kapolres Ketapang, Muhammad Harris, melalui Kapolsek Nanga Tayap, Bagus Tri Baskoro, menyampaikan bahwa pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.
Pelaku ditangkap di rumah temannya yang berada di wilayah Nanga Tayap. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aksi penganiayaan.
“Pelaku kita amankan di rumah temannya. Barang bukti berupa kunci inggris, tang, dan obeng turut kami sita,” ujar AKP Bagus dalam keterangan resminya.
Baca Juga : Pria 58 Tahun Ditangkap, 13 Paket Sabu Diamankan di Tumbang Titi
Polisi mengungkapkan bahwa pelaku diduga melakukan aksi tersebut di bawah pengaruh narkotika jenis sabu. Dugaan ini menjadi perhatian serius karena pelaku masih berstatus anak di bawah umur.
Menurut pihak kepolisian, penyalahgunaan narkoba diduga menjadi faktor yang memicu keberanian dan tindakan agresif pelaku.
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri asal narkotika yang diduga dikonsumsi pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” tambahnya.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala, leher, dan dada. Agus sempat dilarikan ke Puskesmas Nanga Tayap untuk mendapatkan penanganan medis.
Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan meski mengalami trauma dan luka fisik serius.
Kasus ini kini menjadi perhatian pihak kepolisian, mengingat pelaku masih berusia remaja namun telah terlibat dalam tindak kriminal berat.
Selain proses hukum, aparat juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pergaulan remaja serta bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat memicu tindakan kriminal.*
