Viral LCC 4 Pilar Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Jadi Sorotan

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memberikan dukungan kepada siswi SMAN 1 Pontianak usai polemik LCC 4 Pilar Kalimantan Barat viral di media sosial.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kontroversi penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Polemik yang sempat viral di media sosial itu turut menyeret nama SMAN 1 Pontianak dan kini mendapat respons langsung dari Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.

Sorotan publik mengarah pada Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang menjadi salah satu peserta dalam final lomba tersebut. Sebagai alumni SMAN 1 Pontianak, Melalui akun Instagram pribadinya, Rifqinizamy mengaku telah menghubungi Josepha secara langsung melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan itu, ia menyampaikan permohonan maaf atas nama Anggota MPR RI terkait polemik yang terjadi selama perlombaan berlangsung.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Josepha. Ia menunjukkan keberanian luar biasa untuk mempertahankan apa yang diyakininya benar,” ujar Rifqinizamy, Selasa (12/5/2026).

Ia menilai sikap Josepha mencerminkan integritas serta keberanian yang patut diapresiasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi nilai penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam ajang kompetisi yang menjunjung sportivitas dan nilai kebangsaan.

Baca Juga : MPR RI Minta Maaf atas Polemik LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Tidak hanya memberikan dukungan moral, Rifqinizamy juga menawarkan kesempatan pendidikan bagi Josepha. Ia mengusulkan beasiswa pendidikan S1 ke Tiongkok sebagai bentuk apresiasi atas sikap dan prestasi yang ditunjukkan.

Program tersebut tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan, tetapi juga peluang ikatan kerja profesional setelah lulus nanti.

Rifqinizamy menegaskan bahwa keberanian Josepha dalam menyuarakan keyakinan merupakan modal penting bagi generasi muda Indonesia.

Di tengah perhatian publik yang terus meningkat, Josepha juga dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan khusus dari pihak MPR RI guna membahas persoalan ini secara langsung.

Baca Juga : Penilaian LCC 4 Pilar Diprotes, Sekda Kalbar Minta Transparansi Juri

Polemik LCC 4 Pilar Kalbar bermula dari beredarnya video babak final yang viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, tim SMAN 1 Pontianak tampak menjawab pertanyaan dewan juri dengan jelas dan tegas.

Namun, jawaban tersebut dinilai kurang tepat sehingga tim harus kehilangan lima poin.

Situasi semakin menjadi sorotan ketika pertanyaan serupa diberikan kepada tim SMAN 1 Sambas. Meski substansi jawaban dianggap hampir sama, dewan juri justru memberikan nilai penuh sebesar 10 poin.

Perbedaan penilaian inilah yang kemudian membuat SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara dan mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional, sementara SMAN 1 Pontianak harus puas di posisi runner-up.

Baca Juga : Kejari Pontianak Ubah Lapangan Futsal Sitaan Jadi Rupbasan

Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretariat Jenderal MPR RI akhirnya mengambil langkah evaluasi. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf atas persoalan teknis yang terjadi selama pelaksanaan lomba.

Sebagai tindak lanjut, MPR RI memutuskan menonaktifkan seluruh dewan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas dalam kegiatan tersebut.

Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas kompetisi sekaligus membuka ruang evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian di masa mendatang.

“MPR RI akan melakukan evaluasi total terhadap mekanisme penilaian, verifikasi jawaban, hingga tata kelola keberatan. Kami ingin pelaksanaannya ke depan lebih transparan dan akuntabel,” demikian pernyataan resmi Sekretariat Jenderal MPR RI.

MPR RI juga memberikan apresiasi kepada para guru pendamping serta masyarakat yang ikut mengawal proses pendidikan kebangsaan agar tetap menjunjung tinggi nilai keadilan, integritas, dan sportivitas.*

Pemprov Kalbar dan BPJS Kesehatan Genjot Keaktifan Peserta JKN demi Capai UHC

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Harisson memimpin forum bersama BPJS Kesehatan membahas strategi peningkatan keaktifan peserta JKN menuju UHC di Kalimantan Barat.

Perkuat Industri Halal dan Konektivitas, Gubernur Ria Norsan Terima Delegasi Sarawak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Hubungan kerja sama antara...

Ria Norsan menerima kunjungan delegasi Pemerintah Sarawak di Kantor Gubernur Kalimantan Barat untuk membahas kerja sama industri halal dan konektivitas perbatasan Borneo.

Wagub Krisantus Dorong Pemuda Kuasai Teknologi dan Bahasa Asing

BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Wakil Gubernur Kalimantan Barat,...

Wagub Krisantus Kurniawan memberikan sambutan kepada ribuan pemuda dalam kegiatan PPR GPIBI di Desa Pisah, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Kalbar Perluas Akses Pendidikan Global Lewat Beasiswa Internasional ke Tiongkok

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Gubernur Ria Norsan usai penandatanganan MoU program beasiswa internasional Kalbar dengan Yongzhou Polytechnic Institute di Pontianak.

Sekda Kalbar Dorong Generasi Muda Tingkatkan Kompetensi dan Integritas Hadapi Masa Depan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Generasi muda Kalimantan Barat...

Sekda Kalbar Harisson memberikan arahan kepada generasi muda dalam sharing session di Kantor Wali Kota Pontianak tentang peningkatan kompetensi dan integritas.

Border Temajuk-Teluk Melano Resmi Dibuka Agustus 2026

BERIKABARNEWS l SAMBAS – Border Temajuk-Teluk Melano dipastikan...

Border Temajuk-Teluk Melano, Sambas, yang resmi dibuka pada Agustus 2026 sebagai jalur perlintasan Indonesia-Malaysia.

berita terkini