BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi baru untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus memperluas sumber pembiayaan negara melalui penerbitan Panda Bond. Instrumen surat utang berbasis mata uang Renminbi atau Yuan tersebut rencananya akan dipasarkan langsung di pasar keuangan China.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendanaan pemerintah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Selama ini pembiayaan eksternal Indonesia masih didominasi mata uang Dolar Amerika Serikat (AS). Dengan penerbitan Panda Bond, pemerintah berharap ketergantungan terhadap dolar dapat berkurang sehingga tekanan terhadap rupiah ikut menurun.
Baca Juga : Investasi Jadi Kunci Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Menurut Menkeu Purbaya, penggunaan Yuan sebagai alternatif pembiayaan akan membantu menekan permintaan pemerintah terhadap dolar AS di pasar.
“Panda Bond akan menjadi diversifikasi yang baik dari sumber pendanaan kita. Jadi tidak bertumpu pada Dolar AS saja, melainkan ada alternatif dari Yuan atau Renminbi. Ini jelas akan menurunkan permintaan pemerintah terhadap dolar, sehingga tekanan ke rupiah bisa sedikit berkurang,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Selain memperluas basis investor internasional, Panda Bond dinilai menarik karena menawarkan biaya pendanaan yang lebih rendah dibandingkan obligasi berdenominasi dolar AS.
Purbaya mengungkapkan yield Panda Bond berada di kisaran 2,3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan surat utang pemerintah dalam mata uang dolar.
“Yield-nya rendah, waktu itu sekitar 2,3 persen. Angka ini hampir separuh dari bunga atau yield surat utang yang kita terbitkan dalam dolar. Saya pikir ini akan sangat menarik bagi portofolio pembiayaan kita,” jelasnya.
Baca Juga : AVC Men’s Champions League 2026 Bawa Berkah untuk UMKM
Rencana penerbitan Panda Bond juga mendapat respons positif dari sejumlah lembaga keuangan besar di China.
Pemerintah Indonesia disebut telah melakukan komunikasi intensif dengan beberapa bank besar seperti Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan Bank of China.
Kedua institusi tersebut dikabarkan tertarik membantu memfasilitasi investasi serta mendukung penerbitan Panda Bond Indonesia di pasar China.
Selain fokus pada penguatan pasar obligasi, pemerintah juga tengah menyiapkan instrumen tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Menkeu Purbaya memberi sinyal bahwa kebijakan baru tersebut akan memberikan dampak terhadap pasar keuangan dalam waktu dekat.
“Saya akan tetap jalankan bond market, ditambah nanti ada instrumen tambahan yang mungkin belum bisa diumumkan sekarang. Namun, dampaknya akan kelihatan sekali minggu depan,” pungkasnya.*
Sumber :
Kemenkeu
