AS Gempur Instalasi Militer Iran

Serangan militer Amerika Serikat ke instalasi militer Iran yang memicu ketegangan di Timur Tengah dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

BERIKABARNEWS l – Amerika Serikat (AS) menggempur sejumlah instalasi militer Iran dalam eskalasi terbaru yang kembali memanaskan situasi di Timur Tengah. Serangan tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik yang lebih luas sekaligus meningkatkan risiko lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya pasokan energi global.

Serangan udara itu dilaporkan menyasar sistem pertahanan pantai dan lokasi peluncuran rudal milik Iran. Operasi militer tersebut dilakukan setelah Washington kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran, yang kemudian memicu respons keras dari Teheran.

Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam. Teheran menyebut situasi yang sedang dihadapi sebagai “perang eksistensial” dan mengancam akan menghentikan ekspor energi dari kawasan Teluk apabila tekanan militer terhadap negaranya terus berlanjut.

Ketegangan terbaru ini juga mengakhiri gencatan senjata yang sempat tercapai pada Juni lalu setelah kedua negara terlibat konflik selama beberapa bulan.

Meningkatnya tensi geopolitik langsung memengaruhi sentimen pasar energi dunia.

“Dengan ketegangan di Timur Tengah yang kembali berkobar, aksi beli kini mendominasi pasar,” ujar Kepala Strategi Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa.

Baca Juga : Trump Cabut Tarif Selat Hormuz, Kapal Internasional Kembali Melintas

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dapat meningkat hingga kisaran 85 hingga 87 dolar AS per barel apabila eskalasi konflik terus berlanjut.

Pengamat menilai konflik berpotensi meluas dan mengganggu jalur distribusi energi global.

Iran disebut memberi sinyal akan melibatkan kelompok Houthi di Yaman untuk mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.

Selain itu, Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia juga dinilai berada dalam posisi yang rentan apabila konflik semakin memburuk.

Gangguan terhadap dua jalur strategis tersebut dikhawatirkan akan menghambat distribusi energi global dan memperbesar tekanan terhadap pasar minyak internasional.

Baca Juga : Netanyahu Ancam Balas Iran dengan Serangan Lebih Dahsyat

Dampak dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mulai terlihat pada pergerakan harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan selama empat hari berturut-turut.

Minyak mentah Brent tercatat naik menjadi 85,28 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke level 80,02 dolar AS per barel.

Lembaga keuangan Goldman Sachs bahkan memperkirakan harga minyak Brent dapat melampaui 110 dolar AS per barel pada kuartal keempat tahun ini apabila pasokan minyak dari kawasan Teluk terus terganggu akibat konflik.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya biaya energi, tekanan inflasi global, serta ketidakpastian ekonomi apabila ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tidak segera mereda.*

 

Sumber :

Reuters

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

Banjir Bandang Nepal, 321 Orang Dievakuasi dan Pendaki Terjebak

BERIKABARNEWS l KATHMANDU – Banjir bandang menerjang wilayah...

Banjir bandang di Nepal tengah akibat longsor yang membendung Sungai Budhi Gandaki merusak jembatan dan memutus jalur pendakian Manaslu. (foto: x.com/NirmalPrasai5)

Arab Saudi Siaga Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh

BERIKABARNEWS l RIYADH – Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan...

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan proyektil di tengah meningkatnya ketegangan keamanan akibat serangan Houthi. (Foto: x.com/AlArabiya_Eng)

Singapura Tawarkan Bantuan Atasi Karhutla Indonesia

BERIKABARNEWS l SINGAPURA – Pemerintah Singapura menyatakan siap...

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berdampak pada kualitas udara Singapura, sehingga pemerintah setempat menawarkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla. (Foto: x.com/JPEIR0)

Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka

BERIKABARNEWS l – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri...

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait tuntutan pembukaan jalur pelayaran strategis. (Foto: x.com/OilHeadlineNews)

berita terkini