Laporan Intelijen Denmark Ungkap Potensi Ancaman AS terhadap Sekutu

Ilustrasi - Hubungan Amerika Serikat dan Denmark di tengah ketegangan geopolitik dan isu keamanan global. (AP/File)

BERIKABARNEWS l – Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (Danish Defence Intelligence Service/DDIS) merilis penilaian tahunan terbaru yang memuat peringatan serius terhadap arah kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Dalam laporan tersebut, Washington dinilai semakin mengandalkan kekuatan ekonomi untuk menegaskan kepentingannya, bahkan disertai kemungkinan ancaman penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain, termasuk negara sekutu.

Bagi Denmark, yang merupakan anggota NATO sekaligus mitra strategis AS, temuan ini menjadi perhatian sensitif. DDIS menilai peningkatan ketegasan kebijakan AS terjadi bersamaan dengan upaya China dan Rusia dalam mengurangi pengaruh global Barat, sehingga berpotensi memperbesar ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan strategis dunia.

Salah satu isu yang disorot secara khusus adalah meningkatnya persaingan kekuatan besar di kawasan Arktik. Presiden AS Donald Trump sebelumnya secara terbuka menyampaikan ketertarikannya terhadap Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark yang memiliki posisi geopolitik strategis serta kekayaan sumber daya mineral. Situasi ini menempatkan Denmark dalam posisi yang kompleks di tengah dinamika persaingan global.

“Pentingnya strategis kawasan Arktik terus meningkat seiring dengan intensifikasi konflik antara Rusia dan Barat. Pada saat yang sama, fokus keamanan dan strategis Amerika Serikat terhadap Arktik akan semakin mempercepat dinamika tersebut,” demikian pernyataan DDIS dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu (10/12/2025).

Baca Juga : Israel Buka Kembali Perlintasan Allenby untuk Truk Bantuan ke Gaza

Ancaman Militer terhadap Sekutu Mulai Dipertimbangkan

Laporan intelijen Denmark ini mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di Eropa Barat terhadap pendekatan kebijakan luar negeri AS yang dinilai semakin unilateral. Pada masa jabatan kedua Presiden Trump, Washington disebut lebih mengutamakan kesepakatan bilateral, meski berpotensi mengurangi peran aliansi multilateral seperti NATO.

Secara eksplisit, DDIS menyatakan bahwa kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh AS, bahkan terhadap negara sekutu, kini tidak lagi dapat sepenuhnya dikesampingkan.

“Amerika Serikat memanfaatkan kekuatan ekonomi, termasuk ancaman penerapan tarif tinggi, untuk menegaskan kehendaknya. Kemungkinan penggunaan kekuatan militer—bahkan terhadap sekutu—tidak lagi dapat dikesampingkan,” tulis laporan tersebut.

Dalam konteks global, DDIS juga menyoroti langkah China dan Rusia, bersama negara-negara yang sepaham, untuk menantang dominasi AS di panggung internasional. Kondisi ini dinilai memberi ruang yang lebih besar bagi kekuatan regional untuk menentukan arah strategisnya, baik dengan mendekat ke AS, China, maupun menjaga keseimbangan di antara kedua kekuatan tersebut.

Laporan tahunan ini menjadi sinyal peringatan bagi negara-negara Eropa, termasuk Denmark, untuk meninjau kembali strategi keamanan dan diplomasi mereka di tengah perubahan lanskap geopolitik global yang kian kompleks dan dinamis. (ing)

 

Sumber :

AP

Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal dan Drone, 10 Orang Tewas

BERIKABARNEWS l KYIV – Rusia kembali menghujani ibu...

Serangan rudal dan drone Rusia menghantam Kyiv, Ukraina.

Zelensky Sebut Rusia Siapkan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Ukraina

BERIKABARNEWS l KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pernyataan terkait dugaan pengerahan tentara Korea Utara ke Rusia.

Thailand Kutuk Serangan di Narathiwat yang Tewaskan Lima Prajurit

BERIKABARNEWS l NARATHIWAT – Pemerintah Thailand mengutuk keras...

Serangan bersenjata yang menewaskan lima prajurit di Narathiwat, Thailand Selatan.

Iran Serang Titik Strategis, Trump Beri Peringatan Keras di Tengah Memanasnya Konflik

BERIKABARNEWS l – Konflik antara Amerika Serikat (AS)...

Asap membumbung usai serangan Iran di kawasan Timur Tengah saat konflik dengan Amerika Serikat kembali memanas.

Mengenal Khalil Al-Hayya, Pemimpin Baru Hamas Pengganti Yahya Sinwar

BERIKABARNEWS l – Khalil Al-Hayya resmi ditunjuk sebagai...

Khalil Al-Hayya, pemimpin baru Hamas yang ditunjuk menggantikan Yahya Sinwar sebagai pemimpin tertinggi organisasi.

Serangan AS ke Iran Picu Eskalasi Baru

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Asap membumbung setelah serangan udara dalam eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

berita terkini