Kolaborasi Lintas Sektor Sabah Lawan Pengeboman Ikan Ilegal

Ilustrasi - Sabah memperkuat perlindungan laut melalui Program Anti Pengeboman Ikan (AFB) dengan kolaborasi masyarakat dan aparat. (freepik/diana-grytsku)

BERIKABARNEWS l –  Departemen Perikanan Sabah (DoFS) mengambil langkah proaktif untuk menekan praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak dengan memimpin Program Anti Pengeboman Ikan (AFB) pada Rabu. Program ini menyatukan berbagai pihak, mulai dari lembaga pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, hingga perwakilan komunitas pesisir Kudat dan Semporna, untuk memperkuat upaya melawan pengeboman ikan.

Praktik ilegal yang dikenal sebagai penangkapan ikan dengan dinamit ini terus mengancam nyawa, merusak mata pencaharian nelayan, dan mengancam keanekaragaman hayati laut Sabah. Isu ini kembali mendapat perhatian setelah insiden fatal di Semporna pada 2019 serta laporan operator penyelaman tentang meningkatnya frekuensi ledakan dalam beberapa waktu terakhir.

Pertemuan yang didukung WWF-Malaysia sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan ini menjadi platform penting untuk berbagi wawasan, menyelaraskan inisiatif, dan memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan utama, termasuk Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) dan Komando Keamanan Sabah Timur (ESSCOM).

Program AFB menekankan pentingnya penerapan teknologi modern dan pengawasan berbasis masyarakat dalam upaya perlindungan laut Sabah. WWF-Malaysia memaparkan temuan dari inisiatif Solusi untuk Ketahanan Laut dan Pesisir, yang menggunakan sistem deteksi akustik dan sensor waktu nyata.

Pemantauan di Taman Tun Mustapha (TMP) menunjukkan penurunan aktivitas pengeboman ikan sebesar 47,1% antara Agustus 2021 hingga Maret 2022 dibandingkan periode sebelumnya.

Tujuh dari sepuluh lokasi pemantauan mencatat penurunan signifikan antara 70,7% hingga 98,7%, membuktikan bahwa penegakan hukum yang tepat sasaran dan keterlibatan masyarakat memberikan dampak positif.

Inovasi lain berupa detektor ledakan waktu nyata yang dipasang di Pulau Mabul, Semporna, awal 2022, membantu aparat mengidentifikasi titik rawan dengan lebih cepat dan efektif.

Baca Juga : KJRI Kuching Gelar Sidang Itsbat Nikah Terpadu untuk WNI dan PMI di Sarawak

Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem Laut

Pengeboman ikan menghancurkan terumbu karang secara langsung dan menyebabkan hilangnya habitat penting, yang membutuhkan puluhan tahun untuk pulih.

Program AFB ditutup dengan komitmen bersama peserta untuk memperkuat protokol penegakan hukum, memperluas edukasi masyarakat, dan mendorong mata pencaharian berkelanjutan bagi komunitas terdampak.

Hasil ini menunjukkan tekad kolektif untuk melindungi warisan laut Sabah dan memastikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang. (ing)

 

Sumber :

The Borneo Post

Imigrasi Malaysia Gerebek Tiga Lokasi di Kuching, 59 WNI Diamankan

BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Imigrasi Malaysia menggerebek tiga lokasi di Kuching dan mengamankan 59 WNI. (JIM Sarawak)

Helikopter Medis Jatuh di Long Lellang Sarawak, Lima Orang Tewas

BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter medis Layanan Dokter...

Helikopter medis Layanan Dokter Udara yang jatuh di dekat Bandara Long Lellang, Sarawak. (facebook.com/al.imram.88)

Helikopter Layanan Dokter Terbang Kecelakaan Saat Mendarat di Sarawak

BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter layanan Dokter Terbang...

Ilustrasi - Helikopter layanan Dokter Terbang Kementerian Kesehatan Malaysia yang mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Long Lellang, Sarawak. (Foto: unsplash.com/@isaacbenhesed)

24 WNI Terjaring Operasi JIM Sarawak di Kuching

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 24 warga negara...

Petugas JIM Sarawak mengamankan WNI dalam operasi penguatkuasaan di Kuching, Sarawak.

Ops Gegar Kuching, 35 Warga Asing Ditahan Termasuk WNI

BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Operasi Ops Gegar JIM Kuching yang menahan 35 warga asing, termasuk warga Indonesia, di Sarawak. (Suara Sarawak)

63 Sekolah Sarawak Ditutup Akibat Kabut Asap

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 63 sekolah di...

Kabut asap menyelimuti wilayah Sarawak dan berdampak pada aktivitas sekolah.

berita terkini