Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney Tewaskan 16 Orang

Petugas medis mengevakuasi korban penembakan di Pantai Bondi, Sydney. (Mark Baker/AP)

BERIKABARNEWS l SYDNEY – Jumlah korban tewas akibat penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu bertambah menjadi 16 orang, setelah dua korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Kepolisian New South Wales (NSW) juga mengungkap identitas dua pelaku serangan tersebut yang diketahui merupakan ayah dan anak.

Komisaris Pasukan Polisi NSW, Mal Lanyon, dalam konferensi pers pada Senin pagi mengatakan bahwa 14 orang tewas di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai 16 orang. Para korban diketahui berusia antara 10 hingga 87 tahun, termasuk salah satu pelaku penembakan.

Lanyon mengonfirmasi bahwa dua terduga pelaku merupakan seorang pria berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Pria berusia 50 tahun tersebut tewas di lokasi kejadian dan diketahui sebagai pemegang izin senjata api yang sah, dengan kepemilikan enam senjata api yang diperoleh secara legal.

Selain korban tewas, hingga Senin pagi tercatat 40 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan lima korban berada dalam kondisi kritis. Aparat keamanan menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 18.47 waktu setempat pada Minggu, ketika sekitar 1.000 orang berkumpul di Pantai Bondi untuk merayakan hari pertama festival Yahudi Hanukkah. Pada Minggu malam, pihak kepolisian secara resmi menetapkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Baca Juga : Aksi Berani Ahmed Al-Ahmed di Teror Pantai Bondi Tuai Pujian

Mal Lanyon menegaskan bahwa penyelidikan mendalam terkait motif penyerangan masih terus berlangsung, termasuk kemungkinan adanya unsur kebencian berbasis agama. Aparat keamanan bekerja sama dengan berbagai lembaga intelijen untuk mengungkap latar belakang serta jaringan yang mungkin terlibat dalam serangan tersebut.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, kembali mengecam keras insiden penembakan itu dan menyebutnya sebagai tindakan “kejahatan murni” (pure evil). Ia menegaskan komitmen pemerintah Australia untuk memerangi segala bentuk antisemitisme.

“Ini adalah momok antisemitisme dan kita akan memberantasnya bersama-sama. Australia akan melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan kebencian semacam ini tidak memiliki tempat di negara kita,” ujar Albanese.

Penembakan di Pantai Bondi ini tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia sejak tragedi Port Arthur, Tasmania, pada 1996, yang menewaskan 35 orang dan menjadi titik balik perubahan besar dalam undang-undang kepemilikan senjata api di negara tersebut. *

 

Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan, 21 Tewas dan 80 Luka

BERIKABARNEWS l KOHAT – Sedikitnya 21 orang tewas...

Ledakan bom mobil di masjid dekat kompleks markas kepolisian di Distrik Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 80 lainnya. (Foto: x.com/War_crazy44)

Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang

BERIKABARNEWS l KATMANDU – Bencana banjir bandang dan...

Tim SAR mencari korban bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di perbatasan Nepal-Cina. (Foto: x.com/Scary_peeps)

Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan

BERIKABARNEWS l HAT YAI – Kabut asap akibat...

Kabut asap karhutla Sumatera berdampak pada kualitas udara di Thailand Selatan. (Foto: facebook.com/SouthHazeWatch)

Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

BERIKABARNEWS l – Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan...

Militer Israel menghancurkan markas bawah tanah Hizbullah di Lebanon Selatan. (Foto: x.com/Barong369)

IRGC Iran Sita Kapal Selam Nirawak Milik AS di Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l TEHERAN – IRGC Iran sita kapal...

IRGC Iran menyita kapal selam nirawak milik AS di pintu masuk Selat Hormuz. (x.com/MarioNawfal)

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Pattaya Usai Lima Hari Bersandar

BERIKABARNEWS l PATTAYA – Kapal induk Angkatan Laut...

USS Abraham Lincoln meninggalkan Pattaya setelah lima hari bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand. (x.com/wuthi11_)

berita terkini