Perundingan Krusial Gaza di Mesir: Israel dan Hamas Bahas Gencatan Senjata di Bawah Rencana Trump

Israel dan Hamas memulai perundingan gencatan senjata dan pembebasan sandera di bawah Rencana Trump. (x.com/InsiderWorld_1)

BERIKABARNEWS l MESIR – Delegasi tingkat tinggi dari Hamas dan Israel tiba di Mesir pada 5 Oktober 2025 untuk memulai perundingan penting yang difasilitasi Amerika Serikat. Pembicaraan ini bertujuan mengakhiri perang di Gaza sekaligus membahas mekanisme pembebasan sandera. Negosiasi ini didasarkan pada Rencana 20 Poin Presiden AS Donald Trump, meski menghadapi sejumlah isu kontroversial, terutama terkait pelucutan senjata Hamas.

Delegasi Israel yang terdiri dari pejabat Mossad, Shin Bet, serta penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dijadwalkan mengadakan pertemuan di Sharm el-Sheikh, resor tepi Laut Merah. Sementara itu, Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer diperkirakan akan menyusul akhir pekan ini, tergantung pada perkembangan pembicaraan.

Hamas Tekankan Penarikan Pasukan dan Pembebasan Tahanan

Delegasi Hamas dipimpin oleh Khalil al-Hayya, pemimpin senior yang diasingkan dan selamat dari serangan udara Israel di Doha, Qatar, pada September lalu. Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan tiga tuntutan utama dalam negosiasi ini:

  • Pertukaran sandera (baik yang masih hidup maupun meninggal) dengan tahanan Palestina di Israel.
  • Penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Gaza.
  • Pemberlakuan gencatan senjata total.

Namun, persoalan paling sulit adalah tuntutan Israel agar Hamas melucuti seluruh senjatanya, yang menjadi salah satu poin utama dalam Rencana Trump. Menurut sumber Hamas yang dikutip Reuters, kelompok tersebut menolak pelucutan senjata kecuali Israel mengakhiri pendudukan dan mengakui negara Palestina yang berdaulat—syarat yang ditentang keras oleh Netanyahu.

Baca Juga : Hamas Siap Berunding, Sambut Seruan Donald Trump Hentikan Serangan di Gaza

Negosiasi Diprediksi Berlangsung Panjang

Seorang pejabat yang mengetahui proses pembicaraan mengatakan bahwa negosiasi akan berlangsung setidaknya beberapa hari, bahkan mungkin lebih lama.

“Tidak akan ada kesepakatan cepat karena tujuan utamanya adalah mencapai kesepakatan komprehensif dengan semua detail terselesaikan,” ujarnya.

Tahap awal perundingan ini akan membahas sejumlah hal teknis penting, termasuk:

  • Rencana dan jadwal penarikan pasukan Israel.
  • Proses transisi pemerintahan Gaza dari Hamas.
  • Pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional sesuai usulan Rencana Trump.

Presiden Donald Trump menyatakan optimisme tinggi, mendesak semua pihak agar bergerak cepat. Ia berharap fase pertama, yang mencakup pembebasan 48 sandera (20 di antaranya masih hidup), dapat diselesaikan dalam minggu ini.

Netanyahu di Tengah Tekanan Politik

Di sisi politik domestik, PM Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan besar. Ia terjepit antara tuntutan keluarga sandera dan masyarakat yang lelah perang, serta ancaman dari koalisi sayap kanan, seperti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang mengancam akan menarik dukungan jika perang di Gaza dihentikan.

Sebaliknya, pemimpin oposisi Yair Lapid berjanji memberi dukungan penuh terhadap inisiatif Trump, menegaskan bahwa oposisi tidak akan membiarkan kesepakatan perdamaian digagalkan oleh pihak garis keras.

Meski negosiasi berlangsung, serangan Israel ke Gaza masih terus terjadi hingga 5 Oktober. Namun, pasar keuangan Israel menunjukkan optimisme — nilai shekel menguat ke level tertinggi dalam tiga tahun terhadap dolar AS, dan Indeks Saham Tel Aviv mencatat rekor baru.

Harapan Baru Setelah Dua Tahun Perang

Perang yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 akibat serangan Hamas telah menewaskan lebih dari 67.000 orang di Gaza, menjadikannya konflik terpanjang dan paling merusak dalam sejarah Israel-Palestina.

Dengan berlangsungnya perundingan di Mesir ini, banyak pihak berharap Rencana Trump dapat membuka jalan menuju gencatan senjata permanen dan solusi dua negara yang telah lama mandek. *

 

 

Straitstimes.com

China Tolak Sanksi AS, Tetap Impor Minyak Iran

BERIKABARNEWS l BEIJING – Ketegangan hubungan dagang antara...

Ilustrasi kilang minyak di China terkait impor minyak Iran dan penolakan sanksi Amerika Serikat.

Isu Damai Iran Dorong Pelemahan Dolar AS

BERIKABARNEWS l – Isu damai antara Amerika Serikat...

Ilustrasi - Pergerakan dolar AS melemah di pasar global akibat sentimen damai Iran.

Iran Klaim Menang, AS Disebut Terima Syarat Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Ketegangan bersenjata antara Iran...

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat memberikan pernyataan di Jakarta.

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Ancam Rencana Damai AS

BERIKABARNEWS l – Situasi di Jalur Gaza kembali...

Korban serangan udara Israel di dekat sekolah pengungsian Jalur Gaza.

Trump Ultimatum Iran 24 Jam soal Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Presiden AS Donald Trump menyampaikan ultimatum kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz.

Hamas Tolak Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l – Ketegangan diplomasi di Jalur Gaza...

juru bicara sayap militer Hamas menyampaikan pernyataan terkait penolakan pelucutan senjata di Gaza.

berita terkini