Polri Bongkar 664 Kasus Judi Online, Aset Rp286 Miliar Disita

Polri mengungkap ratusan kasus judi online dan menyita aset ratusan miliar rupiah dari jaringan nasional dan internasional. (Dok. Polres Bontang)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komitmen Polri dalam memberantas perjudian daring terus diperkuat. Sepanjang tahun 2025, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap 664 kasus judi online dengan mengamankan 744 tersangka di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, menyebut pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam membersihkan ruang digital dari praktik ilegal yang merugikan masyarakat.

“Selama tahun 2025, kami menangani 664 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 744 orang. Total uang dan aset yang berhasil kami sita mencapai Rp286,2 miliar,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).

Selain penindakan, Polri juga gencar melakukan langkah pencegahan. Hingga awal 2026, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah mengajukan pemblokiran terhadap 231.517 situs judi online kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa dari rangkaian pengungkapan tersebut, total aset yang diamankan mencapai Rp286.256.178.904. Pada pengungkapan terbaru, polisi membongkar jaringan yang mengelola 21 situs judi online berskala nasional hingga internasional.

Modus Perusahaan Fiktif dan QRIS Palsu

Dalam penyidikan, polisi menemukan modus pendirian 17 perusahaan fiktif yang digunakan untuk menyamarkan aliran dana hasil perjudian. Perusahaan-perusahaan tersebut berperan sebagai merchant penyedia jasa pembayaran, termasuk melalui sistem QRIS, guna mengelabui otoritas keuangan.

Untuk membongkar jaringan tersebut, penyidik melakukan patroli siber, menyamar sebagai pemain, serta berkoordinasi lintas instansi dengan Kementerian Hukum, perbankan, dan PPATK. Dari satu jaringan perusahaan fiktif ini saja, Bareskrim berhasil menyita tambahan dana sebesar Rp59,1 miliar.

Baca Juga : Bareskrim Polri Peringatkan Penyalahgunaan AI untuk Konten Deepfake Asusila

Hingga kini, polisi telah menetapkan lima tersangka utama, sementara satu orang lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang ITE dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara serta denda hingga Rp10 miliar.

Polri menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan hingga menyasar pihak-pihak yang memfasilitasi pendirian perusahaan fiktif. Dengan dukungan analisis transaksi dari PPATK, aparat memastikan perampasan aset hasil judi online akan terus dilakukan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku. *

 

Sumber :

TBNews

Polisi Razia Kendaraan di Kuala Dua, Cegah Kejahatan dan Balap Liar

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Personel gabungan Polsek...

Personel gabungan Polsek Sungai Raya dan Polsek Rasau Jaya memeriksa kendaraan dalam razia malam di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, untuk mencegah kriminalitas dan balap liar. (Foto: Res-KKR)

Sempat Ditembak karena Melawan, Dua Terduga Pembobol Rumah di Sekayam Ditangkap

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Polsek Sekayam menangkap dua...

Polisi mengamankan dua terduga pelaku pembobolan rumah di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sejumlah barang bukti. (Foto: Res-Sgu)

Viral di Media Sosial, Pelaku Curanmor di Sintang Ditangkap

BERIKABARNEWS l SINTANG – Tim Resmob Satreskrim Polres...

Ilustrasi - Tim Resmob Satreskrim Polres Sintang mengamankan terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang aksinya sempat viral di media sosial. (Foto: magnific)

5,269 Kg Sabu Digagalkan di Perbatasan Aruk Sambas, Dua Pria Ditangkap

BERIKABARNEWS l SAMBAS – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas)...

Barang bukti sabu seberat 5,269 kilogram dalam kemasan teh China, mobil Toyota Calya, uang tunai, ponsel, paspor, dan sejumlah dokumen yang disita dalam pengungkapan dugaan penyelundupan narkotika di perbatasan Aruk, Kabupaten Sambas. (Foto: Facebook/Yonarmed Bogani)

Pimpinan Ponpes Bekasi Tersangka Kekerasan Seksual, 10 Santriwati Diduga Jadi Korban

BERIKABARNEWS l BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota...

Ilustrasi - Polres Metro Bekasi Kota menangani kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Dar Et Tauhid, Bekasi Selatan, dengan lebih dari 10 santriwati diduga menjadi korban dan pimpinan pesantren berinisial MHH ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: unsplash.com/@elgassier)

Berawal dari Aduan Warga, Polisi Temukan Puluhan Gram Sabu di Dedai

BERIKABARNEWS l SINTANG – Laporan masyarakat membantu Satuan...

Satresnarkoba Polres Sintang mengamankan pria berinisial S (42) dalam pengungkapan dugaan peredaran narkotika di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, dengan barang bukti 46,94 gram sabu, Kamis (8/10/2026). (Foto: Res-Sintang)

berita terkini